Pengolahan rumput laut di Indonesia hingga kini belum optimal. Hanya 15 persen dari total produksi rumput laut diolah di dalam negeri, selebihnya diekspor sehingga tidak memberikan nilai tambah produk.
Senin, 15 Sep 2008 - marufkasim.blog.com - Baca 6195 x
Kesemuanya ini dapat dilakukan dengan pola yang sinergis sehingga peningkatan produksi rumput laut dikawasan timur Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara dapat memberikan harapan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.
Pengembangan rumput laut di wilayah pesisir Sulsel cukup menjanjikan. Wajar jika pemerintah menangkap peluang ini dengan mengajak masyarakat memanfaatkannya secara maksimal.
Harga rumput laut di pasaran Nusa Tenggara Timur (NTT), saat ini mencapai harga tertinggi yakni berada di antara Rp21.000-23.000 ribu/kg dari biasanya Rp4.000-6.000 ribu/kg.
Yang membuatnya senang, adalah tahun ini harga rumput laut Rp 22.500,00/kg. Harga ini sangat tinggi bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya yang hanya Rp 7.200,00/kg.
Dampaknya, rumput laut yang kehilangan sumber makanan akan mati dan tentunya akan sangat merugikan petani sekitar yang menggantungkan hidup dari rumput laut.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Freddy Numberi, menantang Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) masuk ke bisnis perikanan dan kelautan, mengingat potensi laut dan ikan yang dimiliki Indonesia sangat luar biasa.