GORONTALO - Kabar gembira bagi sebagaian petani rumput laut, dimana untuk saat ini harga rumput laut meningkat. Dimana dari harga sebelumnya berkisar Rp 11 ribuan, minggu ke II di bulan Agustus ini harga rumput laut jenis euchema cottonii meningkat hingga Rp 15 ribu.
Kasie Informasi Pasar Dinas Kelautan dan Perikanan Propinsi Gorontalo, Musa Ary ketika dihubungi membenarkan kenaikan harga tersebut. Dan diharapkan dengan kenaikan harga seperti ini bisa membawa perubahan yang lebih baik bagi para petani rumput laut.
Seperti yang diketahui budidaya rumput laut yang sehrausnya menjadi salah satu program unggulan Propinsi Gorontalo saat ini masih belum menarik perhatian masyarakat luas untuk mengelolanya. Padahal bila dicermati Provinsi Gorontalo memiliki dua sisi perairan laut yang berbeda karakteristiknya dan sangat berpotensi untuk pengembangan budidaya laut. Kedua sisi perairan laut tersebut adalah perairan Pantai Utara dengan panjang garis pantai 205,05 mil (330 Km) dan perairan Pantai Selatan (Teluk Tomini) dengan garis pantai 142,92 mil (230 Km) belum dimanfaatkan secara optimal.
Satu hal yang mengesankan mengapa rumput laut ini tidak menarik perhatian masyarakat khususnya para pembudi daya, yakni tidak adanya standar jual yang diberikan oleh pemerintah. Akibatnya, hal ini membuat masyarakat menilai pembudidayaan rumput laut adalah pekerjaan sampingan semata dari mata pencaharian lainnya dan bukan pekerjaan pokok.
Sementara itu seperti yang sudah dijelaskan untuk pengembangan budidaya laut khususnya budidaya rumput laut, Provinsi Gorontalo memiliki potensi 14.250 Ha yang tersebar di Kabupaten Pohuwato, Boalemo, Gorontalo Utara, Gorontalo dan Bone Bolango.
Dari potensi tersebut baru sebesar 1.105 Ha yang dimanfaatkan dengan produksi 11.125,6 ton rumput laut kering, sehingga masih memungkinkan untuk pengembangan usaha budidaya rumput laut sebesar 13.145 Ha dengan perkiraan produksi mencapai 157.740 ton per tahun. "Jadi bila semua ini berjalan sesuai rencana, target di tahun 2011 nanti budi daya rumput laut mencapai 50 ribu ton per Ha bisa tercapai," ungkap Musa Ary.
Lebih lanjut Musa Ary mengungkapkan jenis rumput laut ini mempunyai banyak manfaatnya. Seperti jenis glacilaria yang hidup di tambak dan bisa diolah menjadi bahan agar-agar serta Eucheuma yang hidup di laut, dimana kandungan Karagenan yang dikandung oleh rumput laut sangat dibutuhkan sebagai bahan dasar dalam berbagai industri telah menunjukkan trend permintaan karagenan dunia sampai dengan tahun 2007 tercatat sebesar 287.279.582 Ton dan kedepan diperkirakan meningkat rata-rata sebesar 4.76% setiap tahunnya. (Sumber Direktorat Usaha dan Investasi Departemen Kelautan dan Perikanan RI).
Di Indonesia permintaan karagenan tahun 2007 sebesar 427.399 ton dan pada tahun 2009 diperkirakan mencapai 471.208 ton. "Jenis Karagenan ini bisa diolah menjadi bahan industri pabrik, makanan bahkan kosmetik," jelas Musa Ary. Dengan kenaikan harga rumput laut yang dari tahun ke tahun semakin meningkat membuat harapan di tahun 2011 produksi rumput laut Gorontalo bisa mencapai dapat mencapai 50.000 Ton per Ha/Tahun yang dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat nelayan dan pembudidaya ikan di Provinsi Gorontalo bisa tercapai.
Seperti data yang ada perkembangan harga rumput laut kering di tingkat Pembudidaya rumput laut di Gorontalo sampai dengan saat ini telah mencapai Rp. 15 ribu per kg dibandingkan harga tahun 2006 - 2007 masih bervariasi Rp.6.000 s/d 6.500 per kg.