Kebutuhan Pabrik Pengolahan Capai 40 Ribu Ton
GORONTALO – Potensi pengembangan rumput laut (RL), sebagai salah satu komoditi unggulan disamping jagung, di daerah ini ternyata cukup besar. Dari sekitar 8.310 hektar potensi wilayah pengembangan rumput laut yang tersedia, luasan yang ermanfaatkan saat ini baru sekitar 1.105 hektar. Ini artinya masih ada sekitar 7.205 hektar luasan pengembangan rumput laut yang belum tergarap.
Sehingga potensi yang tersedia tersebut merupakan peluang yang cukup besar dalam meningkatkan baik luasan budidaya maupun produksi rumput laut Provinsi Gorontalo. Apalagi hal ini ditunjang dengan keberadaan pabrik pengolahan rumput laut di Desa Pongongaila Kecamatan Pulubala Kabupaten Gorontalo, yang dalam waktu dekat dipastikan bakal segera beroperasi. “Pabrik pengolahan ini sudah akan rampung dan mulai beroperasi. Sehingga diharapkan para pembudidaya tetap konsisten mengembangkan dan dapat lebih meningkatkan produksi rumput laut,” ungkap Wakil Gubernur Gorontalo Ir.Gusnar Ismail,MM disela-sela peninjauan pabrik pengolahan rumput laut Pulubala.
Oleh karena itu Wagub berharap, potensi pengembangan rumput laut yang ada ini hendaknya dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya dalam rangka peningkatan pendapatan masyarakat, khususnya para nelayan dan masyarakat pesisir. "Mengingat bila pabrik pengelohan rumput laut ini beroperasi setidaknya membutuhkan pasokan rumput laut sekitar 40 ribu ton," ujar Wagub Gusnar Ismail.
Sebelumnya Wakil Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Herman Paneo mengemukakan, pengembangan komoditi rumput laut merupakan salah satu prioritas dalam rangka mengoptimalkan potensi sumber daya perikanan dan kelautan daerah. Dimana tujuan utamanya adalah untuk peningkatan kesejahteraan khususnya para nelayan dan masyarakat pesisir. “Dalam pengembangan komoditi rumput laut ini lebih dititikberatkan pada wilayah perairan Kabupaten Boalemo, Pohuwato dan Gorontalo Utara, mengingat ketiga wilayah tersebut memiliki potensi pengembangan rumput laut yang cukup besar,” ungkapnya.