Untitled Document
Senin , 04 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Rumput Laut: Harapan Peningkatan Ekonomi Masyarakat Pesisir
Senin, 15 Sep 2008 - Sumber: marufkasim.blog.com - Terbaca 6195 x - Baca: 30 Apr 2026
 
Ketika pemerintah khususnya Depatemen Kelautan dan Perikanan mencanangkan revitalisasi perikanan dan kelautan dengan memacu produksi beberapa komoditas unggulan nasional yang salah satu diantaranya adalah rumput laut, ini menjadikan harapan baru bagi masyarakat pesisir Khususnya di kawasan Timur Indonesia seperi di Sulawesi Tenggara. Terlebih setelah Gubernur Provinasi Sulawesi Tenggara mencanangkan bahwa rumput laut menjadi produk andalan provinsi Sulawesi Tenggara.



Dengan Luas perairan yang diperkirakan mencapai 110.000 km2 atau 11.000.000 ha. Provinsi Sulawesi Tenggara memiliki potensi pengembagan perikanan yang sangat besar. Dan potensi tersebut diantaranya adalah pengembangan usaha budidaya rumput laut. Walaupun sampai dengan tahun 2005 potensi pengembangan usaha budidaya rumput laut diperkirakan hanya sebesar 83.000 Ha, ini menggambarkan bahwa potensi tersebut masih sangat besar untuk terus di kembangkan. Jika dilihat dari produksi rumput laut masyarakat pesisir Sulawesi Tenggara khususnya di Kawasan daerah kepulauan seperti Kabupaten Buton, Buton Utara, Bombana, Muna, Wakatobi dan Kota Bau-Bau, total potensi produksi dapat mencapai 796.800 ton/thn. Namun demikian sampai saat ini potensi produksi tersebut baru mencapai 31.000 ton/ thn.



Usaha budidaya rumput laut merupakan salah satu usaha budidaya yang paling mudah untuk dilakukan. Dengan modal yang tidak terlalu besar, beberapa keluarga masyarakat pesisir dapat melakukan usaha budidaya rumput laut di sekitar perairan mereka.Terlebih lagi pada mayoritas daerah pesisir Kawasan Timur Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara, pada perairan yang berada diluar jalur transportasi umum dan tradisional, mempunyai kondisi yang sangat memungkinkan untuk melakukan usaha budidaya rumput laut.



Dengan persyaratan kondisi oceanografi pada kisaran yang normal termasuk kecepatan arus dan gelombang serta tinggi pasang surut dan konsentrasi kandungan unsur hara perairan yang normal sangat memungkinkan pengembangan usaha ini terus dilakukan. Saat ini pola budidaya rumput laut yang diterapkan masyarakat pesisir umumnya telah beralih dari sistem rakit ke sistem long line yang lebih memberikan harapan peningkatan produksi yang lebih besar.



Sistem longline memungkinkan pemanfaatan ruang budidaya yang lebih luas pada kedalaman yang sangat bervariasi antara 5 – 50 m, tergantung pada kemampuan modal masyarakat untuk membeli tali, pemberat dan pelampung. Dengan modifikasi tali bersusun, beberapa pembudidaya juga dapat menerapkan pemanfaatan ruang persegi dengan lebih optimal. Jarak antar tali secara horizontal dapat disesuaikan dengan bentangan tali yang ada. Pada bentangan tali sampai dengan 100 m persatu bentangan, dapat memparalelkan dengan tali yang lain pada jarak 5 m. Ini diharapkan agar tiap tali tidak saling mengait. Sehingga optimalisasi penggunaan ruang persegi dilakukan dengan baik. Hal yang menarik dari usaha budidaya rumput laut adalah masyarakat dapat memanen rumput laut mereka dengan hanya 45 hari penanaman dilaut. Nilai pertambahan produksi dari bibit yang ditanam dapat mencapai 10 - 14 kali pertumbuhan bibit yang ditanam. Namun saat ini nilai tersebut sudah semakin berkurang sehingga keuntungan yang dirasakan masyarakt semakin berkurang.



Hal yang menjadi kendala terbesar untuk memacu pertumbuhan rumput laut di Kawasan Timur Indonesia adalah karena tidak adanya bibit yang baik (masyarakat masih tergantung pada pola stek), banyaknya hama penggangu seperti lumut, crustacean kecil penggagu, ikan pemakan rumput laut serta epiphyte lain yang menjadi komptitor unsur hara. Untuk memenuhi pertumbuhannya, rumput laut hanya mengandalkan cahaya matahari dan unsur hara seperti nitrite nitrate dan phosphate. Namun jika terjadi pelekatan berbagai lumut dan macro alga penggangu, ini akan sangat menylutkan bagi penyerapan unsur tersebut oleh rumput laut. Belum lagi beberapa ikan seperti Siganus sp yang sangat menyukai rumput laut sehingga dengan cepat dapat memakan tunas-tunas muda dari rumput laut. Ditambah dengan serangan penyakit ice-ice yang semakin merajalela. Penyakit ice-ice ini dapat mematikan rumput laut dengan sangat cepat. Dari hasil perhitungan sementara, nilai normal yang seharusnya di rasakan oleh masyarakat dapat mencapai 10 – 14 kali pertumbuhan dari bibit awal, namun dengan berbagai kendala tersebut, produksi rumput laut masyarakat dapat berkurang hingga menjadi 4 – 6 kali dari pertumbuhan bibit awal. Sehingga dapat ditaksir masyarakat pesisir Sulawesi Tenggara kehilangan 18.000 ton/thn. Jumlah kerugian ini akan terus meningkat jika kita tidak mengadakan usaha-usaha pendampingan kemasyarakat dan jika kita tidak melakukan strategi solusi yang seharusnya dapat kita lakukan.



Untuk memacu produksi rumput laut Sulawesi tenggara kita mulai dapat melakukan beberapa strategi pendekatan diantaranya :



• Meregenerasi bibit rumput laut dengan menggunakan bibit yang dihasilkan dari upaya generative dan bukan vegetative yang selama ini dilakukan masyarakat.



• Mengidentifikasi masalahan per areal sehingga dapat meminimalisasi serangan hama dan penyakit yang ada.



• Merancang pola budidaya yang sesuai dengan topografi daerah.



• Melakukan pendampingan untuk mengontrol perlakuan masyarakat terhadap usaha budidaya yang dilakukan.



Kesemuanya ini dapat dilakukan dengan pola yang sinergis sehingga peningkatan produksi rumput laut dikawasan timur Indonesia khususnya di Sulawesi Tenggara dapat memberikan harapan baru bagi peningkatan ekonomi masyarakat pesisir. Sangat diharapkan bahwa peningkatan nilai jual rumput laut dapat terus bertahan dan masyarakat dapat meningkatkan produksinya dengan catatan bahwa permintaan pasar dunia khususnya yang berasal dari Cina dapat terus tertuju ke Indonesia. Harapan baru untuk meningkatkan ekonomi ini juga akan berimbas pada pelestarian sumberdaya mangrove dan terumbu karang karena masyarakat akan lebih terkonsentrasi untuk menjaga dan melakukan usaha budidaya rumput laut dengan baik tanpa harus melakukan upaya exploitasi dengan menggunakan alat yang tidak ramah lingkungan.
 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 54 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 65 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 92 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 107 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 117 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 138 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 155 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 97 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 116 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 147 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 151 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 248 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 231 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 236 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,855 Kali
Member JaSuDa 10,757 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin