
Lelang adalah salah satu cara bertemunya penjual dan pembeli. Dalam sebuah pelelangan masing-masing pihak yang bertransaksi dapat menilai dan mengukur seberapa besar keinginan untuk menjual dan membeli. Tolok ukurnya adalah harga dan mutu barang yang ditawarkan. Pembeli akan memberikan harga yang lebih bagus untuk mutu terbaik. Tampaklah bahwa mutu yang baik lebih dihargai dan pembeli sangat menginginkannya. Proses selanjutnya dalam lelang adalah penyeimbangan antara penawaran dan permintaan dengan indikator harga.
Salah satu sifat tata niaga rumput laut adalah banyaknya produsen (petani) dengan volume produksi yang relatif kecil dan tidak mempunyai gudang penyimpanan yang cukup memadai. Sehingga, hasil panen ingin cepat dijual agar mutu tidak semakin menurun. Artinya para pembeli harus bertransaksi dengan banyak petani dan mengumpulkannya sedikit demi sedikit untuk memperoleh volume yang ekonomis. Pembeli harus mempunyai areal pembelian yang luas untuk menghemat waktu dan mengejar target pembelian.
Akibatnya biaya pembelian menjadi mahal. Dan Akhirnya akan menekan harga rumput laut di tingkat petani.
Di Kupang, khususnya di kecamatan Kupang Barat, ada sedikitnya 5 pedagang pengumpul desa. Mereka beroperasi di 5 desa penghasil rumput laut. Dan mereka menjual kembali rumput lautnya pada 3 pedagang besar di Kupang yang kemudian mengirimkannya ke Surabaya.
Desa Tablolong merupakan desa dengan hasil rumput laut terbesar. Rata-rata petani Tablolong dapat menghasilkan 40 ton/bulan dari sekitar 200 orang. Sedangkan desa yang lain 5 – 10 ton/bulan.
Perdagangan rumput laut cukup aktif di Tablolong. Persaingan terjadi di tingkat pembeli karena masing-masing berlomba untuk memperoleh rumput laut dalam jumlah yang ekonomis. Ekonomis dalam arti dapat menutup biaya operasional dan transportasi. Para pedagang pengumpul harus mengumpulkan setidaknya 3 ton rumput laut untuk dapat menutupi biaya transport sebesar Rp. 300.000 untuk menyewa truk.
Seringkali pembeli melakukan tekanan-tekanan terhadap petani agar petani mau menjual rumput lautnya. Selain itu beberapa “trik” pada penimbangan yang merugikan petani. Cara-cara yang merugikan ini diluar pengetahuan pemerintah Desa Tablolong. Kejadian ini cukup sering terjadi, tetapi sulit dibuktikan.
Upaya untuk mendorong perdagangan yang “fair”, akhirnya muncul ide “Lelang rumput laut”. Untuk dapat menentukan lelang dapat berjalan, perlu mempertimbangkan potensi desa, transportasi dan jumlah pembeli.
Sebaiknya ada lebih dari satu pembeli dalam sebuah lelang. Jumlah pembeli ini menjadi pembagi potensi rumput laut desa tersebut. Hal ini untuk menentukan “jatah” (pangsa) yang setimbang setiap pembeli. Apabila “jatah “ tiap pembeli dibawah volume ekonomis maka lelang sulit dilaksanakan.
Untuk mempermudah pemahaman diambil contoh lelang Desa Tablolong. Jumlah pembeli di desa ini 5 orang. Potensi 40 ton/bulan. Ongkos sewa truk ke Kupang Rp. 300.000, yang adapat mengangkut 3.000 – 4.000 kg rumput laut.
Dari angka-angka diatas dapat dilakukan penghitungan pangsa tiap pembeli. Rumput laut 40.000 kg jika dibeli secara merata oleh 5 orang pembeli maka masing masing akan memperoleh 8.000 kg, setiap bulannya. Jumlah ini berada dalam kisaran ekonomis untuk transportasi. Dari sisi pembeli hal ini cukup menarik. Karena dalam waktu singkat memperoleh rumput laut yang cukup banyak.
Berdasarkan perhitungan harga yang transparan, keuntungan para pembeli sekitar Rp. 200 /kg. Semakin banyak mereka membeli semakin banyak juga keuntungannya. Tetapi, jika dapat membeli lebih banyak dan pembelian lebih efisien pembeli umumnya merelakan sebagian keuntungannya dengan menaikan harga pembelian.
Dan terjadilah seni berdagang yang penuh perhitungan.
Untuk menjamin terjadinya lelang yang transparan dan jujur, pemerintah desa perlu membuat beberapa peraturan. Tata tertib yang di buat mengacu pada kondisi dan situasi perdagangan desa setempat.
Tata tertib yang diberlakukan, misalnya :
- Para pembeli peserta lelang harus melaporkan keikutsertaannya pada aparat desa
- Alat timbang yang dipergunakan harus diteliti terlebih dahulu oleh aparat desa.
- Sehari sebelum pelaksanaan lelang pembeli diperkenankan untuk melihat dan menaksir jumlah rumput laut yang disimpan para petani. Kemudian menentukan harga pembelian.
- Pembeli harus menepati kondisi transaksi yang sudah diumumkan (harga, tanggal pembayaran, servis yang diberikan)
- Petani bebas menjual rumput lautnya pada setiap pembeli peserta lelang. Dengan menimbang harga dan kondisi transaksi.
- Petani harus menjaga mutu rumput lautnya sesuai dengan mutu rumput laut yang sudah dilihat dan ditaksir pembeli.
- Penimbangan dilaksanakan di pos-pos pembelian setiap pembeli. Untuk menghindari tekanan-tekanan terhadap petani. Petani membawa sendiri rumput lautnya ke pos pembelian tersebut.
- Penimbangan dilakukan dengan cara timbang curah (tidak didalam karung). Untuk menghindari pencampuran dengan benda-benda lain.
- Dalam penimbangan petani, pembeli dan aparat desa harus menyaksikan dan mencatat berat rumput laut yang di timbang.
- Hal-hal yang secara teknis tidak dapat memenuhi ketentuan itu, dimusyawarahkan antara pembeli, petani dan aparat desa.
Dalam pelaksanaannya mutu rumput laut yang dijual dalam lelang memiliki mutu yang relatif sama. Tetapi petani tidak selalu menjual pada penawar harga tertinggi. Reputasi pembeli juga dinilai oleh para petani. Kejujuran, ketepatan memenuhi janji pembayaran adalah hal-hal yang menjadi pertimbangan para petani dalam menentukan pembeli.
Kemudahan yang diperoleh pembeli adalah hemat waktu. Mereka dapat menentukan jadwal pembelian dan memperoleh rumput laut dalam jumlah ekonomis dalam waktu singkat. Jika ternyata jumlah yang diperoleh tidak mencapai jumlah ekonomis, para pembeli menjualnya pada sesama mereka sendiri jika dirasa itu lebih menguntungkan.
Jadi lelang rumput laut adalah suatu upaya untuk membuka pasar yang lebih transparan dan bebas. Diharapkan semua pelaku usaha rumput laut dapat memperoleh nilai tambah dari pasar yang lebih transparan ini. Petani memberikan rumput laut yang berkualitas dengan standart mutu eksport dan para pedagang (pengumpul dan eksportir) serta prosesor dapat memberikan harga yang wajar pada petani rumput laut.