
Pemerintah Kabupaten Karawang bakal mengoptimalkan budi daya rumput laut pada tambak-tambak rakyat di sepanjang pesisir utara Karawang. Alasannya, budi daya rumput laut dapat meningkatkan kesejahteraan
rakyat setempat.
Bahkan, hasil penjualan rumput laut, ternyata melebihi angka UMK (upah minimum kabupaten) Karawang yang menembus Rp 3,6 juta per bulan. "Budi daya rumput laut sangat potensial untuk di kembangkan," ujar Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana saat memanen rumput laut gracilaria SP hasil budidaya petani di Desa Sedari, Kecamatan Cibuaya, Kamis 16 Februari 2017..
Cellica pun mengaku akan mengoptimalkan hasl tambak rumput laut di sekitar pesisir laut Karawang. Pasalnya dari potensi 16 ribu hektar lahan rumput laut baru tergarap 2500 hektare saja digunakan untuk tambak rumput laut.
"Potensi ini harus kita garap lebih luas lagi untuk mengangkat perekomian masyarakat pesisir," kata Cellica.
Menurut Cellica, di Kabupaten Karawang sedikitnya ada 2500 hektare tambak yang bisa dijadikan sebagai lokasi budi daya rumput laut. Namun, saat ini bari 1200 hektare saja lahan tambak yang dipakai untuk budi daya rumput laut tersebut.
Disebutkan, rumput laut jenis gracilia ternyata bisa dibudidayakan secara tumpang sari dengan udang atau bandeng. Bahkan, jika tambak bandeng ditanami rumput laut, pemilik tambak tidak terlalu banyak mengeluarkan biaya untuk pakan bandeng tersebut. Sebab, bandeng akan memakan lumut-lumut yang menempel pada rumput laut itu.
Menurut Cellica, ada empat hal yang akan dilakukan Pemkab Karawang untuk meningkatkan produksi rumput laut. Pertama adalah penyediaan bibit rumput laut, peningkatan sumber daya manusia, perbaikan infrastruktur, dan pengembangan pemasaran.
"Anggarannya akan kami siapkan supaya produksi rumput laut di Karawang terus meningkat," katanya.
Dikatakan, untuk mencapai hal tersebut Pemkab Karawang, menetapkan Desa Sedari sebagai daerah projek percontohan budidaya rumput laut. Alasannya, petambak rumput laut di Desa Sedari telah berhasil meningkatkan pengasilannya melalui budi daya rumput laut.
Disebutkan Cellica, petani tambak di Desa Sedari berhasil memanen rumput laut sebanyak 2 ton dari satu hektare tambak. "Pemasaran rumput laut ini tidak ada kendala. Sebab ada perusahaan agar-agar yang siap membeli rumput laut dari Desa Sedari berapa pun banyaknya," kata Cellica.
Atas dasar itu, Cellica akan mendesak para petani tambak lainnya untuk ikut membudayakan rumput laut. "Masih banyak lahan tambak di Karawang yang bisa ditanami rumput laut," katanya.
Cellica berharap proyek percontohan budi daya rumput laut di Desa Sedari bisa berjalan sukses. Dengan demikian, warga pesisir tidak perlu berbondong-bondong mencari pengasilan ke kota dengan menjadi buruh pabrik.
"Saya yakin jika potensi yang ada disetiap desa dikembangkan secara apik, tidak akan ada lagi pengangguran di Karawang," katanya.
Saat ini, lanjut Cellica masih ada ribuan tambak yang belum ditanami rumput laut. Oleh karena itu, Pemkab Karawang akan mendesak para petani tambak untuk mengikuti warga Sedari yang bisa memanfaatkan areal tambak sebagai lokasi budi daya rumput laut.
"Ternyata rumput laut tidak hanya bisa dibudidayakan di laut lepas," katanya.