
Sejak sekitar 40 hari yang lalu hampir serentak petani rumput laut memasang bibit dalam jumlah besar akibat penambahan bentangan, maka tepat minggu ini hampir serentak pula para petani panen rumput laut dalam jumlah besar. Haji Beddu dan Haji Rusli di wilayah Bampang misalnya, menghasilkan 1 ton rumput laut kering dari sekitar 900 tali bentangan, dan akan panen dalam jumlah yang sama setiap minggunya kedepan jika tak ada hambatan. Begitu pula petani rumput laut lainnya di wilayah kecamatan Bontobahari, kabupaten Bulukumba. Meski jumlah bentangan tidak sebanyak Haji Rusli, namun mereka rata-rata puas dengan hasil panen kali ini.
Wilayah Bampang di kecamatan Bontobahari memang memiliki lokasi yang agak terlindung dari gelombang dan angin yang bertiup dari arah Barat akibat letaknya yang agak cekung kedalam seperti teluk. Lain halnya dilokasi yang dekat dengan Tanaberu, masih terkena sedikit gelombang yang membuat area budidaya rumput laut dilokasi ini memerlukan penanganan khusus berupa penambahan jangkar pasir dan panjang tali jangkar. Namun kondisi di sekitar Tanaberu ini belum berdampak pada hasil panen petani yang masih menggembirakan.
Pedagang pengumpul lokal Bontobahari kali ini membeli dengan harga Rp. 4900 hingga Rp. 5000 perkilogram kering, tergantung oleh kekeringan dan penampakan visual kebersihannya. Menurut Pak Arfa (petani rumput laut kecamatan Bontobahari), bahwa pedagang pengumpul tersebut menjual ke eksportir di Bulukumba atau Makassar dengan harga Rp. 5100 hingga Rp. 5200 perkilogram keringnya. Para petani mengharapkan agar harga ini bisa stabil bahkan lebih tinggi lagi dimasa-masa yang akan datang, mengingat harapam yang besar dari rumput laut akibat putusnya harapan kesejahteraan dari tanaman Kelapa serta dari hasil laut lainnya. (iv)