26-Jan-07 - Sumber: Dr. Iain C. Neish (Euchema Seaplant Handbook) - Terbaca 8070 x - Baca: 04 May 2026
Dampak lingkungan amat berpengaruh terhadap berkelanjutannya kegiatan budidaya rumput laut. Produsen rumput laut tidak memperdulikan fakta yang akan membahayakan mereka sendiri.
Zemke-White (in press) menyatakan bahwa pembudidayaan rumput laut eucheuma merupakan kegiatan pembudidayaan rumput laut tropis yang berkembang paling pesat . Ia menyatakan ada tiga dampak utama dari usaha pembudidayaan. Ketiganya terkait erat dengan metode-metode agronomi di tempat di mana tanaman dikembangkan atau sangat dekat dengan permukaan dasar laut.
Tiga dampak lingkungan utama yang diakibatkan oleh kegiatan budidaya rumput laut di wilayah tropis:
Gangguan terhadap struktur komunitas bentos karena di pindahkannya organisme makro-bentik dari pemotongan rumput laut.
Abrasi dan gangguan substrat yang disebabkan oleh terjadinya kontak antara tanaman dengan dasar laut.
Ketidakseimbangan komposisi spesies yang disebabkan oleh introduksi satuan fungsi ekologis yang baru dalam bentuk kehadiran habitat dan rumput laut buatan manusia.
Lima Dampak Yang Terkait Dengan Produksi Rumput laut Eucheuma:
Dampak-dampak Utama Usaha Pembudidayaan disebabkan oleh pengaruh-pengaruh metabolisma rumput laut eucheuma dan demografi.
Dampak-dampak Sekunder Usaha Pembudidayaan disebabkan oleh sampah/limbah atau dampak lainnya yang bersumber pada perlakuan paska panen dan penanganan tanaman.
Dampak Kolateral Usaha Pembudidayaan disebabkan oleh kegiatan manusia yang secara langsung berhubungan dengan pembudidayaan rumput laut termasuk penempatan sistem habitat; menginjak-injak dasar laut; kerusakan yang disebabkan oleh pemakaian perahu dan kendaraan lainnya; aktivitas prosesing (pengolahan); serta limbah cair.
Dampak Tidak Langsung Pembudidayaan disebabkan oleh kegiatan-kegiatan yang tidak berkaitan dengan pembudidayaan Rumput Laut dari lokasi pemukiman dan kerja petani yang berada di dekat lahan pembudidayaan.
Dampak Langsung Pembudidayaan disebabkan oleh air limbah, limbah padat dan berbagai aspek lain dalam kegiatan prosesing.
Dampak negatif, positif dan campuran dari pemakaian sistem-sistem pembudidayaan rumput laut eucheuma:
Zemke-White menyebutkan adanya praktek-praktek pembudidayaan yang berdampak negatif pada lingkungan setempat seperti sampah dan penambatan tali jangkar kepada karang-karang yang hidup. Dampak negatif yang lain adalah kemungkinan ternaungnya habitat yang berada di bawah sistem; struktur yang dibangun di atas terumbu karang; perubahan sedimentasi; dan limbah dari fasilitas produksi yang tidak selayaknya.
Dampak positif dapat termasuk meningkatnya jumlah populasi ikan; tergantinya aktivitas-aktivitas destruktif dengan usaha pembudidayaan; dan petani dapat mulai memiliki sara “ikut bertanggung jawab” terhadap wilayah pesisir.
Dampak dengan efek-efek positif dan negatif termasuk perubahan dalam produksi utama; dan berubahnya rezim nitrogen dari komunitas karang karena usaha pembudidayaan.
Empat cara untuk meminimalisasi berbagai dampak pembudidayaan rumput laut eucheuma dengan memakai sistem-sistem terapung:
Diciptakannya habitat baru bukannya menginterfensi habitat bentik yang sudah ada.
Substrat ditempatkan di kolom air di mana paling banyak tersedia nutrisi.
Komunitas bentik tidak tersentuh. Menanam rumput laut, mengusik komunitas bentik dan mengakibatkan keragaman species.
Tanaman dapat dipelihata dengan metode-metode yang paling tidak destruktif. Penggunaan sampan, rakit dan alat selam, meminimalkan terinjaknya habitat dan organisma bentik.