
Nelayan di Bontoa tepatnya di Dusun Bonto Bahari, Desa Pajukukang, Kecamatan Bontoa kini beralih menjadi petani rumput laut. Pasalnya, rumput laut dinilai lebih menjanjikan dibanding hasil tangkapan laut saat ini.
Budidaya rumput laut ini baru beberapa bulan terakhir menjamur di tempat ini. Sebelumnya, nelayan mengandalkan hasil tangkapan ikan di laut maupun hasil tambak.
Anti, salah petani rumput laut menuturkan, nelayan ramai-ramai beralih menjadi petani rumput laut karena hasil nelayan beberapa bulan terakhir sangat minim. Apalagi, menjadi petani rumput laut tidak hanya bisa dilakukan oleh pria, namun perempuan juga bisa melakukannya.
Minggu (12/6/2016), sepanjang jalan beton menuju Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) Bonto Bahari, masyarakat menjemur rumput lautnya. Warga setempat menggunakan badan jalan untuk mengeringkan rumput laut itu.
"Ini baru beberapa bulan terakhir, kalau saya baru sekitar tiga bulan. Kebetulan permintaan tinggi, apalagi sekarang hasil tangkapan kepiting juga susah makanya beralih ke rumput laut ini," ujar Anti.Menurut Anti, rumput laut ini diambil dari laut oleh nelayan dan para perempuan membantu mengeringkannya. Harga jual rumput laut ini dibeli oleh pengumpul seharga Rp4 ribu per kilogram.
"Ada pengumpul yang datang kesini jemput rumput laut yang kering jadi kami tidak perlu susah-susah memasarkannya karena pengumpul datang langsung. Kenapa kami pakai badan jalan untuk menjemur karena tidak ada tempat untuk menjemur selain di jalan, karena disekeliling rumah kami afa tambak," bebernya.
Informasi yang diperoleh, rumput laut ini dibawa ke KIMA (Kawasan Industri Makassar) untuk dijadikan bahan dasar pembuatan agar-agar.