C. Jarak & Siklus Panen
Dengan memperhatikan efek kombinasi dari ukuran bibit dan siklus tanaman, terdapat dua strategi yang sangat berbeda yang telah lambat laun dikembangkan oleh para petani tumbuhan laut eucheuma :
- Ukuran kecil – siklus panjang dengan potongan bibit seberat 50-150 gr yang dipanen dalam siklus 45-60 hari.
- Ukuran Besar – siklus menengah dengan bibit seberat 150-300 gram, yang dipanen dalam 30 – 45 hari.
Pilihan terhadap strategi tertentu ditentukan oleh kondisi lokal dan opini petani. Biasanya pada air berombak keras yang lebih disukai adalah strategi “Kecil - Panjang” tapi air yang tenang dengan arus kuat lebih menguntungkan dengan pendekatan “Besar – Menengah”. Pada semua kasus faktor penentu utama dalam pemilihan strategi adalah titik di mana telah terjadi pengaruh yang signifikan terhadap tanaman akibat patahnya bibit.
Jarak antara bibit bervariasi pada berbagai wilayah pembudidayaan Umumnya petani yang memakai strategi “kecil-panjang” cenderung untuk menempatkan bibit pada jarak yang saling berdekatan pada tali (10-20 cm.), sementara mereka yang menggunakan strategi “besar – menengah” menempatkan bibit dengan jarak lebih lebar pada tali (20-30 cm.) Jarak antara tali penanaman, cenderung mengikuti atau serupa dengan jarak antara tanaman yang diikatkan padanya. Hal ini juga bergantung pada ketersediaan tempat, jenis habitat dan arus. Beberapa metode tali panjang, membutuhkan jarak beberapa meter antara satu tali dengan tali yang lain, untuk mengurangi terjadinya kekusutan tali.
Memilih tanaman dengan pucuk yang bersih dan tumbuh lebat untuk penanaman ulang adalah fungsi mendasar dari manajemen lahan budidaya; bibit harus aman ditempelkan tapi jangan terlalu kuat diikat. Biasanya bibit diambil dari tanaman induk dengan cara memotong atau mematahkan. Trono dan Ganzon-Fortes (1989) mengemukakan bahwa tanaman yang diiris menyerong bertumbuh lebih baik dari pada potongan yang dipotong silang. Jaringan apikal bertumbuh lebih cepat dari fragmen basal dan median (Mairh et al., 1995). Dengan percabangan yang baik, irisan menyerong bibit dengan banyak ujung merupakan bibit yang paling baik untuk penanaman ulang.
D. Tender Loving Care (TLC)
Pengamatan kasar terhadap usaha pembudidayaan tumbuhan laut, dapat memberi gambaran yang salah kepada sang pengamat, yaitu pemikiran bahwa usaha ini adalah pekerjaan yang tidak menuntut kerja keras; di mana petani cukup mengikat potongan bibit ke tali, meninggalkannya di laut dan kemudian kembali untuk memanen tanaman setelah 5-6 minggu. Tidak ada yang dapat menyimpang dari kebenaran. Pembudidayaan rumput laut adalah suatu pekerjaan yang hanya dapat berhasil bila orang-orang yang melakukannya adalah mereka yang memiliki ketrampilan, rajin dan ber’tangan hijau.’ Dengan kata lain “Tender, Loving Care" (TLC) atau perhatian dan kasih sayang. .
TLC berarti perhatian yang diberikan setiap hari seperti:
- Mengganti bibit yang hilang atau lemah.
- Menggoyang supaya “daki” terlepas dari tanaman.
- Memindahkan material terapung seperti kantong plastik, sampah dan rumput yang tersangkut di dalam atau di antara tali.
- Ikat-ulang atau mengikat kembali tali yang terlepas atau longgar.
- Mengganti atau memperbaiki jaring, cagak atau pelampung yang longgar.
Merawat struktur dan tanaman memang hal yang sangat penting tapi sama pentingnya dengan hal itu adalah bagaimana merawat lingkungan sekitar dengan baik. Petani jangan sampai mengobrak-abrik atau merusak habitat lokal; Mengotori habitat lokal dengan sampah; menimbulkan polusi pada area lahan dengan sampah yang berasal dari manusia; atau melakukan kegiatan merusak seperti pemboman ikan dan penebangan bakau yang berlebihan.