
Terekspos dalam jumlah dan panjang gelombang maksimum terhadap Photosynthetically Active Radiation (PAR) sungguh-sungguh merupakan hal yang essential bagi Rumput Laut eucheuma sama seperti pada tumbuhan lain. Mairh (1986) menemukan bahwa tingkat pertumbuhan maksimum
K. striatum didapatkan dengan 12:12 L:D siklus pada 6,000 lx. Tapi tingkat pertumbuhan itu mulai menurun di atas 10,000 lx. Dawes (1979) melaporkan bahwa tingkat pertumbuhan meningkat sampai sekitar cahaya putih 18.000 mW cm-2 bagi
E.denticulatum, E.isiforme dan E.uncinatum.
Eucheuma tampaknya memiliki ritme fotosíntesik harian, baik fotosíntesis maupun respirasi, (Glenn dan Doty 1981). Terlihat bahwa
Eucheuma dan Kappaphycus adalah tumbuhan yang oportunis terhadap cahaya sejauh pertimbangannya adalah fotosisntesis.
Fotosintesis pada Kappaphycus menunjukkan adanya pola-pola diurnal dengan puncaknya pada saat menjelang tengah hari. Glen dan Doty (1981) mengamati bahwa kondisi penyimpanan dapat mempengaruhi periode-periode itu. Selama trial-trial penyimpanan ada periode yang kuat dari bibit yang disimpan satu malam di udara terbuka dan desakan periodik yang kuat pada bibit yang disimpan dalam rumah/naungan.
Cahaya yang berlebihan dapat memberi pengaruh yang mematikan pada pertumbuhan rumput laut eucheuma. Hal ini juga berakibat sama pada elemen lain dalam lingkungan. Dalam situasi bukan pasang surut seperti pada rakit terapung atau dalam kolam dangkal; atau pada lokasi yang dasar pasir putihnya memantulkan cahaya dengan kuat, terjadi kematian hasil tanam yang tiba-tiba dan kelihatannya ini berkaitan dengan cahaya.
Pada masa-masa awal pembudidayaan Doty mencatat (pers.comm.) bahwa pada tanggal 22 Juni percabangan sekunder (secondary branchlets) dari K. Striatum menyingkir dari cahaya dan pada akhir Mei atau Juni banyak bibit yang mati dalam terumbu karang datar yang sedang digunakan. Ini dapat diimpaskan dengan memindahkan bibit ke dasar laut yang lebih dalam.
Tumbuhan laut eucheuma umumnya tumbuh pada kultur penopang pada kedalaman satu meter dari permukaan laut atau pada penopang yang dipancangkan ke dasar laut di mana ke dalaman air sekitar satu meter pada saat surut. Pada beberapa lahan pembudidayaan pengaruh merugikan sinar matahari yang intensif dekat permukaan air laut dapat diimbangi dengan penanaman padat (intensif) di mana jarak antara tali dan ikatan bibit cukup berdekatan sehingga memungkinkan terjadinya penaungan (mis. Trono-1994). Metode lain yang berhasil adalah dengan menambahkan kedalaman tanaman.
Ketika para petani berhasil menempatkan tanaman mendekati kondisi-kondisi optimal, tumbuhan laut eucheuma menunjukkan habit pertumbuhan yang seringkali disebut sebagai
efek candelabra. Tanamannya sangat bersih, bahkan berpigmentasi dan memiliki sangat banyak cabang yang bertumbuh ke arah cahaya.
Bisa saja ada perbedaan respon fotosintesis antara strain tumbuhan laut eucheuma. Dawes (1992) menemukan bahwa keragaman perbedaan warna dari
K. Alvarezii dan E. Denticulatum menunjukkan perbedaan respon. Respon warna sedikit banyak juga dipengaruhi oleh banyaknya kandungan campuran Nitrogen di dalam tanaman sendiri karena banyak tanaman sebenarnya terbentuk dengan pigmen berbasis nitrogen.
Seperti yang telah menjadi ketentuan umum bahwa semakin gelap tumbuhan itu, semakin banyak kandungan nitrogen yang terdapat di dalamnya. Sebuah tanaman tunggal dapat memperlihatkan rentang perubahan warna dari kuning pucat sampai coklat gelap atau hijau dalam jangka waktu beberapa minggu, dan ini dapat diduga terkait dengan respon fotosintetis.