
Jakarta – PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) memprioritaskan untuk menuntaskan kontrak fisik rumput laut tahun ini. Hal tersebut sejalan dengan instruksi pemerintah untuk mengembangkan pasar rumput laut Indonesia.
Direktur Utama Bursa Berjangka Jakarta Stephanus Paulus mengatakan, BBJ memprioritaskan kontrak fisik rumput laut mengikuti arahan langsung Presiden Jokowi. Menurut dia, BBJ telah memiliki kajian tentang kontrak rumput laut sejak tahun lalu.
“Saat ini kami sedang bertukar pikiran dengan pelaku rumput laut,” tutur Paulus kepada Investor Daily di Jakarta, baru-baru ini.
BBJ tengah berusaha membuat kesepadanan kesepahaman produk rumput laut antar asosiasi. Menurut dia, bursa tidak bisa mengakomodasi hanya salah satu di antara asosiasi rumput laut di Indonesia.
Badan Pengawas Perdagangan Berjangka Komoditi (Bappebti) juga sudah mendukung langkah BBJ memprioritaskan komoditas rumput laut. Nantinya, BBJ akan memperdagangkan tiga jenis rumput laut di bursa.
Selama ini produk rumput laut Indonesia banyak diekspor ke Jepang dan negara Eropa, salah satunya Inggris. “Produk rumput laut Indonesia banyak digunakan sebagai bahan kosmetik di Indonesia,” kata dia.
Menurut Paulus, permintaan (demand) rumput laut di Indonesia tidak terlalu banyak. Makanya BBJ akan fokus mengembangkan pasar rumput laut ke luar negeri.
Dia optimistis BBJ dapat merilis kontrak rumput laut sesuai jadwal, yaitu semester II – 2016. BBJ sudah memperkirakan tidak mungkin merilis produk tersebut pada semester I tahun ini.