
Secara umum telah diketahui bahwa rumput laut eucheuma mendapatkan pertumbuhan terbaiknya dalam air yang bergerak. Pergerakan air menolong membersihkan tanaman, menghadirkan nutrisi yang baru, menyingkirkan sisa-sisa metabolisma dan gaya/kekuatan hidroliknya juga merangsang pertumbuhan tanaman. Pada batas-batas ketahanan bibit dan pertahanan untuk tidak patah dapat diperkirakan bahwa pergerakan air yang cepat juga mempercepat pertumbuhan. Dalam air yang mengalir cepat tanaman Kappaphycus dapat tumbuh sampai mencapai panjang dua meter dan percabangan utamanya lebih dari 2 cm.
Akibat-akibat dari pergerakan air mempengaruhi dan dipengaruhi oleh suhu, cahaya dan nutrisi. Pengaruh matahari dan bulan terhadap pergerakan air sangat penting bagi pertumbuhan rumput laut. Baik pada lahan yang dipengaruhi pasang surut bulan dan arus pergerakan air yang disebabkan oleh pemanasan matahari. Pemanasan matahari menimbulkan angin (dan kemudian menimbulkan gelombang) juga pergerakan arus laut. Pada kedalaman air tertinggi (misalnya, pada saat pasang) aliran air cenderung laminar. Pada titik surut terendah pergerakan air cenderung bergolak. Air yang deras meningkatkan difusi dari dalam keluar dan luar ke dalam, serta meminimalkan lapisan-lapisan pembatas yang tidak teraduk/campur. Pergerakan air juga memainkan peran penting dalam “pembibitan” populasi alamiah rumput laut eucheuma. (Azanza-Corrales et al. 1996)
Rumput Laut eucheuma umumnya tumbuh di atas alga yang hidup di “reef flats” dan pergerakan arus sangat berarti dalam menyusun habitat mereka. Air pasang yang datang secara berkala menyingkirkan kekeringan yang timbul dan radiasi matahari mengakibatkan dekapitasi pertumbuhan terumbu biologis. Ini yang menyebabkan permukaan terumbu menjadi rata pada batas air surut terendah. Kombinasi ini menyebabkan terjadinya lingkungan yang rata, tidak terkonsilidasi, relatif seragam di mana cottonii and spinosum cenderung tumbuh di alam.
Satu hal yang pasti, jaringan tanaman akan mati apabila berada di luar air terlalu lama! Letakkan bentangan/tali di tempat yang cukup dalam supaya pucuk tidak keluar dari air dan menyakibatkan kematian.
Satu hal penting menyangkut pengaruh pergerakan air adalah tidak tercampurnya lapisan pembatas yang terbentuk karena ada perpecahan antara thallus dan air sekitarnya. Ketebalan lapisan ini berbanding terbalik dengan pergerakan air dan aliran arus yang menggangu lapisan pembatas. Air yang tenang dapat membuat tanaman kekurangan persediaan nutrien dan limbah yang tinggi.
Dalam air yang sangat diam, tanaman akan mengkonsumsi dengan segera nutrien yang ada dalam air dan kemudian “
kelaparan”. Ampas yang dikeluarkan tanaman (metabolit) dapat berakumulasi dengan lapisan yang tidak tercampur itu, dan “meracuni” tanaman. Dampak kombinasi dari kelaparan dan akumulasi metabolit dapat menyebabkan
ice-ice.
Dampak “kelaparan” yang diakibatkan oleh air yang sangat tenang, dapat disamakan dengan menambatkan seekor sapi dengan tali yang sangat pendek, kemudian enggan memindahkannya ke tempat lain, sehingga sapi tersebut tidak bisa mendapatkan makanan yang berakibat pada kelaparan dan akhirnya mati. Sama dengan rumput laut, ketika nutrient yang dapat dijangkau disekitarnya telah habis dia akan kelaparan, dan akhirnya mati.