
BONTANG – Harga rumput laut kering dari perairan Bontang terus menurun. Jika Oktober lalu dihargai Rp 6 ribu perkilogramnya, saat ini petani hanya mendapat hasil penjualan sebesar Rp 5 ribu perkilogram yang dibeli oleh pengepul. Alasan penurunan harga rumput laut pun tak pernah diketahui oleh para petani. Karena, mereka hanya mengetahui penurunan harga saat pengepul membeli hasil panennya.
Daraitang, salah satu petani rumput laut yang berada di Pulau Tihi-Tihi, Kelurahan Bontang Lestari mengatakan, harga rumput laut saat ini dibeli pengepul dengan harga Rp 5 ribu perkilogram. Harga sekian, sudah termasuk naik, karena sebelumnya, pengepul sempat membeli dengan harga Rp 4 ribu rupiah. “Harganya jika dibeli pengepul Rp 5 ribu, alasan anjloknya harga rumput laut pun, kami tak tahu, pokoknya pengepul beli dengan harga segitu,” jelas Daraitang, saat ditemui belum lama ini di kediamannya.
Kata dia, hasil produksinya pun sedikit menurun. Karena, saat sedang memilah untuk bibit, banyak rumput laut yang terkena jamur. Seperti dibatangnya terlihat bercak putih, dan itu tak bisa dipakai untuk bibit. Karena akan berengaruh ke kualitas rumput laut.
Daraitang yang merupakan petani kecil pun tak bisa menghasilkan rumput laut dengan banyak. Sebab, pembibitan akan disesuaikan dengan banyaknya tali yang tersisa. “Setiap tanam baru, bisa dipanen sekitar 2 bulan kemudian, dan hasilnya kadang bagus terkadang tidak. Semenjak musim kemarau ini, kualitas rumput laut menjadi berkurang,” ujarnya.
Sebelumnya, dari Dinas Perikanan, Kelautan dan Pertanian (DPKP) Bontang menyatakan jika musim kemarau panjang berpengaruh pada kualitas rumput laut. Pasalnya, kadar garam yang meningkat membuat kualitas lumput laut berkurang. “Karena cuaca panas, penguapan lebih sering dan kadar garam akan lebih banyak,” ujar Kepala DPKP Bontang, Aji Erlinawati.
Ditambahkan Kasi Budidaya Perikanan Tangkap DPKP Bontang, Moedji Hartati jika panjangnya rantai pemasaran yang membuat harga rumput laut semakin menurun di kalangan petani. “Dari petani ke pengepul hingga sampai di pembeli itu ada sampai beberapa orang, sehingga harga dari petani yang paling rendah,” pungkasnya.