
TRIBUNKALTIM.CO, NUNUKAN - Anggota DPRD Kabupaten Nunukan, Saleh berharap para petani rumput laut bersabar.
Politisi Partai Demokrat ini mengaku prihatin dengan harga rumput laut kering yang masih berada pada kisaran Rp 4.000 per kilogram. Padahal, harga tertinggi pernah mencapai Rp12 ribu per kilogramnya.
Saleh berharap, masyarakat tidak menyalahkan pemerintah terkait rendahnya harga rumput laut ini. Apalagi Pemerintah Kabupaten Nunukan sudah berbuat banyak untuk mengatasi persoalan yang merupakan imbas dari anjloknya perekonomian dunia.
''Saya kira pemerintah sudah berbuat banyak. Tidak selamanya akan seperti ini. Lama kelamaan juga naik lagi,” ujarnya, Kamis (5/11/2015).
Baca: Pengusaha dan Petani Rumput Laut di Nunukan Harus Berizin ...
Saat menemui konstituennya dalam rangka reses, Saleh sudah memberikan pengertian kepada para petani rumput laut di sana. Dia menjelaskan, persoalan harga ini merupakan dampak dari melemahnya perekonomian nasional sebagai akibat krisis yang terjadi di sejumlah negara termasuk Cina.
“Cina sebagai pengimpor terbesar rumput laut tentu juga akan ikut berpengaruh. Pabrik di Surabaya mematok harga Rp 6.500 perkilogram. Tentu akan menjadi sulit bagi Nunukan memberlakukan harga lebih tinggi,” ujarnya.
Saat ini, kata dia, hanya bersabar yang bisa dilakukan. “ ''Nanti juga naik. Dulu-dulu juga pernah kan begini? Nanti kalau naik Rp 10.000 jangan asal-asalan. Kualitasnya perbaiki juga,” ujarnya. (*)