
Manado (IndonesiaMandiri) – Potensi rumput laut Indonesia masih belum optimal diberdayakan. Padahal, manfaat yang diraih dari hasil olahan rumput, begitu besar. Sebagai salah satu negara kepulauan terbesar di dunia, Indonesia pun sudah sepantasnya melakukan investasi bisnis lebih besar lagi di bidang potensi rumput lautnya karena memiliki dampak ekonomi yang juga begitu menjanjikan.
Prof. Dr. Ir. Grevo S. Gerung, M.Sc, Dekan Bidang Kerjasama dan Evaluasi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangie, Manado, sangat yakin bahwa investasi bisnis rumput laut Indonesia sangat besar potensinya. Berikut petikan wawancaranya tentang perkembangan rumput laut di Indonesia:
IM (IndonesiaMandiri). Sejak kapan profesor menggeluti dunia rumput laut ini dan apa pendidikan yang ditemput sejak S-1 hingga S 3 terutama terkait dengan hal tersebut?
GG (Grevo Gerung). Sejak S1 di Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan Universitas Sam Ratulangi, Manado, dimulai sekitar 1984 mulai mempelajari rumput laut. Lalu pada 1992 melanjutkan studi master selama dua tahun di The University of The Ryukyus, Jepang dengan penelitian rumput laut juga yang berkaitan dengan phenology reproduksi organ dan kualitas agar-agar. Untuk memperdalam mengenai rumput laut, kemudian mendapatkan kesempatan selama dua tahun lagi sebagai researcher di Kochi University, Marine Biological Institute, Jepang dengan topik penelitian mengenai budidaya rumput laut dan extraksi karagenan. Selanjutnya masuk ke program doktor selama tiga tahun di Hokkaido University, Jepang. Selesai pendidikan doktor, akhirnya terus berkiprah di bidang rumput laut dalam bidang kajian Taxonomy, Bio-energy dan Cultivation.
IM. Bagaimana anda menilai pendidikan maupun pengetahuan masyarakat Indonesia sendiri tentang rumput laut?
GG. Indonesia dengan luas lahan budidaya yang sangat luas khsuusnya untuk rumput laut, mestinya menjadi sumberdya yang sangat ekonomis dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir. Jika dibandingkan dengan sumberdaya laut lainnya, memang penelitian rumput laut belum banyak diminati di kalangan pendidikan tinggi. Akan tetapi sebagian besar masyarakat pesisir khususnya di wilayah indonesia timur telah banyak melakukan kegiatan budidaya rumput laut.
IM. Seiring dengan tekad Pemerintah kita untuk mengedepankan sektor maritim, adakah dampak signifikan untuk pengembangan rumput laut?
GG. Sejak Pemerintah mencanangkan rumput laut sebagai salah satu komoditi laut unggulan, sebenarnya usaha pengembangan produksi rumput laut 10 tahun terakhir ini terus ditingkatkan. Pemerintah terus mendorong masyarakat pesisir untuk menanam rumput laut dengan paket bantuan. Dengan pemeritahan sekarang ini yang menggunggulakn kemaritiman, seharusnya menjadi sangat penting pengembangan produksi rumput laut dan pemanfaatanya.
IM. Sebagai ahli rumput laut, bagaimana peta secara makro potensi rumput laut nasional dan di mana lokasi terbaik?
GG. Yang pertama harus di pahami adalah bahwa rumput laut salah satu potensi sumberdaya laut dunia. Aplikasinya untuk kebutuhan industri makanan, kosmetika dan farmasitika. Indonesia dengan luas areal laut yang juga lokasi budidaya, sangatlah besar produksinya jika benar-benar diberi perhatian bagi pengembanganya. Disamping itu, keanekaragaman sumberdaya hayati laut di Indonesia juga menempatkan rumput laut pada tingkat keanekaragaman yang sangat tinggi. Masing-masing jenis rumput laut memiliki karakteristik aplikasi yang beragam. Sehingaga semakin banyak spesies rumput laut, maka semakin banyak jenis produk industri makanan, kosmetika dan farmasi yang bisa di hasilkan. Tentunya semuan itu akan bernilai ekonomis begitu tinggi. Wilayah Indonesia Timur, umumnya merupakan lokasi budidaya rumput laut yang sangat baik.
IM. Kemana ekspor terbesar rumput laut?
GG. Indonesia mengekspor rumput laut ke China, Jepang, Denmark dan beberapa negara lainya dalam jumlah yang kecil
IM. Terkait dengan kehidupan nelayan kita yang tergantung dengan rumput laut, sejahterahkah mereka dari hasil rumput laut.
GG.Bagi masyarakat pesisir yang sangat serius dalam usaha rumput laut, mereka menikmati kesejahteraan dari usaha tersebut. Kebanyakan dari mereka adalah nelayan-nelayan yang menempatkan rumput laut sebagai usaha utama mereka. Sehingga benar-benar menjadikan rumput laut sebagai bisnis mereka. Tetapi bagi nelayan yang hanya menjadikan rumput laut sebagai usaha sampingan diluar usaha utama sebagai nelayan penangkap ikan, maka mereka tidak bisa maksimal dalam pengembangan usaha rumput laut.
IM. Kedepan, bagaimana anda melihat prospek rumput laut kita?
GG. Sebagai komoditi laut yang sangat penting di dunia, sebagai bahan baku industri makanan, kosmetika dan farmasi, maka rumput laut akan terus dibutuhkan oleh dunia. Selama manusia masih butuh makan dan kesehatan serta penampilan, maka rumput laut tetap dibutuhkan.
IM. Apa saja yang harus dibenahi agar rumput laut kita terus terpelihara secara berkesinambungan?
GG. Yang paling penting adalah menanamkan pemahaman bahwa rumput laut adalah bisnis kemaritiman sehingga perlu dikelola dengan prinsip-prinsip ekonomi. Bukan hanya sekedar memberikan bantuan ke pada masyarakat nelayan, atau bukan masyarakat nelayan hanya sekedar menanti bantuan pemerintah, tetapi benar-benar memanfaatkan bantuan pemerintah itu sebagai investasi bisnis. Pemerintah juga harus menyediakan tenaga pendamping bagi usaha pengembangan budidayanya. Disamping itu adalah membuka industri pengolah rumput laut yang hingga sekarang ini masih belum maksimal. Kita masih lebih banyak mengekspor bahan baku keluar negeri sehingga pada akhirnya kita kembali membeli hasil olahanya (abri).