27-Nop-06 - Sumber: Dr. Iain C. Neish (Euchema Seaplant Handbook) - Terbaca 6697 x - Baca: 04 May 2026
Munculnya pemangsa (grazer) biasanya berhubungan dengan penempatan habitat lahan di atau dekat dengan hamparan lamun dan di area di mana herbivora laut merupakan populasi endemi. Dalam beberapa kasus, herbivora ini ada di suatu tempat karena perpindahan bibit dari lokasi lahan yang satu ke lokasi lahan lainnya. Bisa juga herbivora ini ada dalam suatu lahan karena sekelompok ikan melewati lahan-lahan itu, pada musim-musim tertentu atau dalam tahap siklus hidup.
Russell (1983) dan Uy et al. (1998) memberikan konfirmasi terhadap pengamatan petani ketika mereka memperhatikan bahwa ikan hanya makan cabang-cabang tumbuhan laut eucheuma yang kecil. Anak Parrotfish (scarid) dan surgeonfish (acanthurids) diamati mengkonsumsi sekitar 50-80% populasi tumbuhan laut eucheuma pada kedalaman 0.5 sampai 2.0 m (Russell, 1983) juga baronang (siganids) terlihat merupakan pemakan tumbuhan laut eucheuma. Pada umumnya ikan bersifat tip nipping. Keluarga ikan herbivora lainnya termasuk puffer fish dikenal atau diduga sebagai pemangsa eucheuma dan bermacam-macam invertebrata lainnya, (termasuk holothuria dan crustacea) selalu terlihat di lahan eucheuma. Penulis telah menrima sejumlah laporan tentang bintang laut dan teripang memakan tanaman tumbuhan laut.
Kalau lahan budidaya tidak ditempatkan di tengah-tengah habitat grazer, maka mereka tidak akan menjadi gangguan yang berarti.
Herbivora pada tumbuhan laut eucheuma mempunyai implikasi pada polikultur dan merupakan subyek yang berlimpah dengan cakupan kajian yang akan sangat bermanfaat.
Contoh-Contoh Pemangsa
Spesies bulu babi Diadema setosum dan Tripneustes gratilla adalah penghuni tetap lahan budidaya eucheuma. Mereka adalah para planers, gougers dan stripper. Ikan-ikan pemangsa yang terlihat di sini Siganus javus , the surgeonfish Acanthurus mata dan ikan kakatua Cetoscarus bicolor.
Habitat lahan yang ditempatkan di atas permukaan dasar laut atau dekat dengan dasar laut selama beberapa bulan atau beberapa tahun, seringkali menjadi penyebab ledakan populasi pemangsa.
Jenis-Jenis Kerusakan Akibat Pemangsa
Gouging (pencongkelan)
adalah kerusakan yang ditandai dengan hilangnya gumpalan kecil tissue berpigmen pada thallus. Biasanya diakibatkan oleh siput dan bulu babi kecil
Planing (pengrataan)
adalah kerusakan ketika salah satu sisi cabang menjadi rata, seperti landasan pesawat (plane). Biasanya ini diakibatkan oleh bulu babi yang lebih besar.
Stripping (pengikisan)
Keadaan yang semakin parah dari keadaan pencongkelan atau pengrataan, di mana tanaman kehilangan lapisan cortical pigmen samasekali, seperti yang terlihat di sebelah kiri.
Tip-nipping (penggerogot pucuk)
Ini terjadi ketika ujung yang baru tumbuh, digerogoti oleh pemangsa. Tip-nipping ini sering sekali terjadi dan kadang diakibatkan oleh ikan baronang, ikan kakatua dan pemakan tumbuhan lainnya.
Kerusakan total
dapat terjadi sampai keadaan tanaman seperti yang terlihat . Tanaman akan kelihatan telah diganggu oleh segala jenis grazer, kecuali belum hilang sama sekali.
Tanaman hilang
Seperti dicaplok dalam satu kali gigitan. Hal ini dapat disebabkan oleh kura-kura hijau (Chelonia mydas). Penyu dapat dihalau dari lahan budidaya dengan pagar yang kokoh, tapi sebaiknya hindarilah bertanam di tempat mereka biasa mencari makan.
Pengendalian dan Pencegahan Pemangsa
Mencoba merekayasa jalan keluar dari masalah penggerogotan terbukti memakan ongkos yang besar dan sia-sia
Pemangsa dapat dihentikan dengan berbagai macam cara, tapi ada beberapa cara yang aman lingkungan dan juga memiliki kelayakan ekonomis.
cara ter-aman berurusan dengan pemangsa adalah
Hindari
Tempatkan habitat lahan di lokasi dimana tidak terdapat populasi endemis pemangsa; misalnya dengan menempatkan habitat terapung pada kedalaman beberapa meter di atas dasar lumpur atau berpasir.
Kalahkan Jumlahnya
bangkan populasi tumbuhan laut eucheuma sampai pada jumlah “titik jenuh” dimana pemangsa hanya merupakan masalah sepele dibanding dengan biomas dan produksi total, terima bahwa tetap akan ada penggerogotan. Ini cara yang paling populer dalam mengatasi pemangsa.
Halangi
Gunakan jaring sebagai pagar atau pembungkus pada tempat-tempat tertentu selama tahap memperbanyak bibit atau untuk mencegah masuknya grazer besar seperti penyu.
Hindari
Lakukan panen dan tunggu sampai musim pemangsa berlalu, kalau ini musiman dan hanya beberapa minggu, untuk kemudian ditanam kembali (seperti di Bali, Indonesia).
Tangkap
Banyak herbivora laut yang enak dimakan. Beberapa grazer mempunyai potensi aquakultur (misalnya:baronang).
ada dua pendekatan dalam menghadapi pemangsa: “main kasar" atau justru “ikut arus“ - yang akan sangat menguntungkan secara ekonomis dalam produksi tumbuhan laut eucheuma.
Selama lebih dari tiga dekade berurusan dengan permasalahan pemangsa dalam pembudidayaan tumbuhan laut, penulis menarik kesimpulan-kesimpulan berikut tentang kenapa beberapa pengendali hama “merah" mengalami kegagalan:
Racun
Pestisida dapat berfungsi baik di tambak, kolam pasang surut atau lahan-lahan tertutup lainnya, tapi racun kimiawi yang harus digunakan untuk memerangi bermacam-macam vertebrata dan invertebrata yang memakan tumbuhan laut jumlahnya harus sangat banyak. Selain itu, seperti pupuk, pestisida terdifusi dengan cepat dalam air laut sehingga aplikasi in situ sebenarnya hanya membuang-buang uang dan juga akan mengkontaminasi lingkungan sekitar.
Penangkal Kimia
Untuk sementara mungkin berguna, tapi kemudian akan terdifusi dan mengkontaminasi lingkungan sekitar. Herbivora cenderung tinggal di mana terdapat penangkal kimia atau jenis penangkal lainnya.
Penangkal Bersuara, Visual, Listrik Dan Lainnya
Ikan tidak sebodoh yang disangka oleh kebanyakan kita – mereka dapat menetap dan dengan cepat beradaptasi terhadap bermacam-macam penangkal, terutama alat sejenis orang-orangan. Beberapa media, seperti daun kelapa, mulanya memang jadi penangkal, tapi kemudian justru menjadi pemikat. Banyak pemangsa invertebrata juga akan menetap disitu. Selain tidak efektif, alat-alat penangkal dapat menggangu populasi di lingkungan sekitarnya.
Pagar & Perangkap
Dapat membuat herbivora tidak masuk atau justru mengurung mereka, tergantung pada bagaimana pagar dan perangkap ini dimanfaatkan. Sudah pasti penggunaan pagar dan perangkap punya peran besar dalam pembudidayaan tumbuhan laut (lihat “kurung“ di halaman sebelah) terutama pada musim penggerogotan, untuk pemangsa yang sangat besar atau untuk melindungi plot kecil tanaman yang bernilai jual tinggi seperti bank cultivar. Tapi pada dasarnya hal-hal ini terlalu mahal untuk dioperasikan sebagai bagian dari sistem produksi tanaman.
Untungnya ada banyak tempat di mana pembudidayaan tumbuhan laut berhasil tanpa harus membentengi secara drastis tolok ukur kendali pemangsa. Temukan dan gunakan hal-hal seperti itu.