21-Nop-06 - Sumber: Irsyadi - Terbaca 5341 x - Baca: 04 May 2026
Pusat Pendidikan Lingkungan Hidup (PPLH) Puntondo Takalar menjadi saksi crop logger mengenyam tehnik memfasilitasi kelompok dan teknik presentasi yang efektif. Pelatihan dilakukan dengan suasana belajar orang dewasa selama 2 hari mulai 16 sampai 18 November 2006. Pak Aridito sebagai ‘guru’ menyatakan bahwa Komunikasi menjadi kunci untuk sukses memfasilitasi kelompok.
Pelatihan dibuka dengan simulasi permainan bola volley di pandu oleh Pak Aridito. Selanjutnya, materi Teknik Memfasilitasi Kelompok Tani dan Teknik Presentasi Efektif disajikan dalam suasana santai, Pak Aridito dengan informative dan partisipatif menyampaikan materi dan sekali-kali menerima saran dari peserta. Ini pelatihan yang mengasikkan, celoteh salah seorang crop logger.
Hari Kedua dilalui dengan praktek memfasilitasi oleh crop logger. Lima belas crop logger unjuk kemampuan dengan trik yang berbeda-beda untuk memperlihatkan kemampuannya dalam memfasilitasi dan presentasi di depan crop logger dan tim seaplantnet. Tim seaplantnet dan crop logger mendapatkan peluang untuk menilai kemampuan dari temannya yang presentasi.
Presentasi dibagi atas 4 bagian, yaitu :
Permainan sebagai simulasi pembuka,
Tehnik presentasi,
Tanya jawab, dan
sumbangsaran buat presenter.
Abdul Jabbar
, crop logger Bantaeng, mengambil topik jemur gantung dengan permainan grouping. Menurut pak Jabbar, manfaat yang diperoleh apabila petani menjemur gantung yaitu harga tinggi, kebersihan terjamin, dan kuantitasnya lebih berat.
Aswad Rangka
, crop logger Takalar, mengambil topic jemur gantung juga, dengan permainan pengambilan keputusan. Sebagaimana yang saya lakukan bahwa apabila dengan menjemur gantung ada selisih berat yang lebih sebesar 7-10% untuk setiap kilo keringnya, komentar pak Aswad pada sela-sela presentasinya.
Syamsul bahri, crop logger Jeneponto, mengambil topic Pasca Panen dengan permainan buah dalam keranjang. Jaya ‘Syamsul Bahri’ dengan gayanya yang unik menyatakan bahwa bahkan dengan jemur gantung bisa dilakukan ketika lagi hujan, tinggal dipindahkan ke kolong rumah.
Syam Arfah, crop logger Bulukumba, mengambil topic Indahnya kebersamaan dan Indahnya berkelompok dengan permainan Jari Tangan. Tepukan riuh dari peserta mendengar topic syam menghiasi awal presentasinya. Syam menyatakan bahwa Kegunaan kelompok adalah yang berat menjadi ringan dan dalam bekerja kita terorganisasi sehingga pekerjaan tidak menjadi serampangan. Selain itu kita bisa menggali pengalaman dari orang lain, sehingga terjadi pertukaran pengetahuan antar anggota kelompok terutama dalam penanganan produksi dan akses ke pasar.
Ratnawati, yang baru bergabung dalam tim crop logger Jeneponto ini mengambil topic Gejala Ice-Ice dan Penanggulagannya dengan permainan komuni kata. Menurut Ratna, Ice-ice terjadi karena kekurangan makanan atau nutrisi dan ditunjukkan dengan gejala yang berwarna keputihan.
Mugfirah
, crop logger Bulukumba, mengambil topic ice-ice yang menggemaskan dengan permainan menghitung yang angkanya diganti dengan teks awas dst. Dengan penuh semangat Mugrifah menyatakan bahwa Ice-ice bisa menyebabkan lambatnya pertumbuhan rumput laut. Cara penanggulangannya adalah dengan memindahkan tanaman agar kebutuhan nutrisi dan oksigennya dapat terpenuhi. Penyebab yg kedua terlalu berada di permukaan, penanggulangannya dengan cara menenggelamkannya.
Erwin Rustam
, Calon REDC Selayar, menyajikan materi dengan topic Apa dan Bagaimana IFC PENSA dirangkai dengan permainan BOOM. Dengan gaya yang 3C (cool, calm, and confidence) menyampaikan salah satu komentarnya yaitu Produk JaSuDa adalah jaringan sumber daya mempunyai fungsi untuk memberikan informasi rumput laut tentang harga dan produksi kepada petani.
St. Nasrah
, crop logger Jeneponto, mengambil topic Ice-Ice mi Ceng dengan permainan Pengundian Kartu. Komentarnya yang kondang mengenai sentuhan kasih saying atau dikenal dengan SKS. Setiap pertanyaan bisa diselesaikan dengan SKS.
Anas Lau
, crop logger Jeneponto ini mengambil topic Tugas Pengurus Kelompok dengan permainan menyusun kertas sesuai dengan warnanya. Teknik yang dipakai Anas merupakan ide brilliant dengan memanfaatkan teman-temannya untuk presentasi mengenai tugas pengurus kelompok. Dengan suaranya yang khas Anas Lau yang belum punya kelompok menyatakan kenapa saya memilih tugas pengurus kelompok, karena sebagai crop logger saya harus membina kelompok.
Hasanuddin
, crop logger Jeneponto ini mengambil topic cara pembibitan yang baik dengan permainan bola panas. Menurut Hasanuddin, cara pembibitan yang baik adalah (1) Pemilihan bibit yang baik; yaitu umur yang muda, bercabang banyak, warna rumput yang cerah dan tidak pucat. Dan (2) Berat bibit; besar bibit yang baik yang lebih besar dari bibit sebelumnya.
Syafaruddin
, crop logger Bulukumba mengambil topic penguatan modal kelompok dengan permainan perang-perangan. Penguatan modal intinya duit terang Syafaruddin, lanjutnya lagi penguatan kelompok saya bagi 2 tahapan, yaitu dengan (1) cara menabung dan (2) Menciptakan usaha produktif.
Kasman
, crop logger Bantaeng, dengan topic Keberadaan PENSA mengambil permainan saling mengenal dengan spidol bergilir. Untuk memudahkan anggota kelompok ada terminal JaSuDa yang memberikan kesempatan bagi petani untuk bisa berinternet. Kebetulan yang mau mencoba berinternet, mengajar petani yang mau mencoba, terang Kasman dalam presentasinya.
Basir
, crop logger Bantaeng, dengan topic Pembentukan kelompk tani rumput laut dengan permainan tepuk tangan. Kutipan dari presentasinya sebagai berikut Setelah terbentuknya kelompok ini, pensa kita ketemu teman-teman dari kelompok tani bisa bertemu dengan baik setelah adanya kelompok tani ini.
Risno Siswanto
, crop logger Takalar, dengan topic Mutu dan Harga mengambil permainan keberagaman. Denga lugas, Risno berkomentar Apakah kita setuju apabila rl kita harga yang tinggi? Untuk mendapatkan harga yang tinggi harus melalui proses. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah mutu atau kualitas. Ada yang tahu mutu atau berkualitas tinggi? Umurnya 40 - 45 hari (timbangannya menjadi berat dan jelly menjadi kuat), tidak dipurusu (pengumpul akan menilai barang kita), kebersihan di jaga, kadar air, sistem jemur gantung, tidak dicampur garam, tidak diberi air semen.
Pak Aridito memberikan tips sebagai masukan buat crop logger yang sudah menyajikan kemampuan presentasinya sebagai berikut :
Kaitkan ice breaker dengan topic presentasi.
Tidak perlu pidato soal permainan atau ice breaker tapi dimulai dengan tidak formal saja.
Kita mulai dari hal yang kelihatan untuk game grouping.
Permainan tidak boleh menimbulkan rasa sungkan.
Bahasa daerah sangat dianjurkan.
Pemakaian alat bantu sangat dianjurkan.
Bermain tidak boleh menimbulkan rasa tidak suka.
Suara fasilitator sebaiknya nyaring supaya terjelas dengar.
Suara yang keras (dapat dilatih).
Gerak tubuh bisa untuk mengurangi gerogi.
Terlalu terpaku pada papan tulis, tulisan yang besar, supaya terbaca dari jauh.
Tips menguragni grogi, yaitu : yang dituakan diminta bicara / membuka acara atau minum dulu sebelum berbicara.
Pertanyaan fasilitator kepada peserta.
Kalau menyimpulkan sesuatu harus ada penjelasannya. Misalnya mengenai penyakit rumput laut atau gejala penyakit rumput laut seperti ice-ice. Ice-ice bukan penyakit tapi ice-ice adalah gejala.
Organisasi intinya adalah tugas pengurus inti (ketua, sek and bendahara) selain 3 orang tersebut ada seksi2 sesuai dengan kegiatannya.
Pada akhir sesi pelatihan, penilaian seluruh crop logger dan tim seaplantnet di rata-rata untuk menentukan crop logger yang menunjukkan kemampuan terbaik pada sesi praktek memfasilitasi dan presentasi efektif. Adapun lima crop logger yang mempunyai nilai rata-rata tertinggi adalah Risno Siswanto, Abd Jabbar, Erwin Rustam, Syafaruddin, dan Syamsul Bahri.