
Aeng Batu-Batu merupakan salah satu lumbung bibit rumput laut di Kab. Takalar. Desa ini merupakan salah satu daerah percontohan kebun bibit Tunas Rumput laut. Rata-rata produksi perbulan petani menghasilkan bibit sekitar 5-10 ton basah.
Bibit rumput laut Aeng Batu-Batu sudah dapat menyuplai beberapa daerah di Sulawesi selatan. Beberapa kabupaten yang disuplai diantaranya Kab. Pangkep, Kab. Barru. Petani dari kabupaten Takalar sendiri paling banyak membeli dari Aeng Batu-Batu. Beberapa kecamatan yang di suplai diantaranya Kecamatan Sanrobone dan Kecamatan Mappakasunggu. Suplai bibit mencapai 50 Ton untuk Cottoni dan Spinosum untuk bulan Februari dan Maret. Harga bibit Cottoni Rp.2500/kg dan bibit Spinosum Rp.2000/kg. Selama 2 bulan tersebut bibit Rumput laut Aeng Batu_batu sudah disuplai ke 60 orang petani di Kecamatan Sanrobone.
Bibit dari Aeng Batu-Batu sangatlah terkenal dengan kualitasnya dan daya tahannya. Perairan Di Sanrobone memiliki kemiripan di Aeng Batu-Batu. Desa ini sanat mudah di jangkau karena hanya dibutuhkan sekitar 15 menit dari kota Makassar dan 30 menit dari kota Takalar.
Pada hari Selasa, Tanggal 24 Mei 2015 dari pagi sampai sore hari, dilakukan pembibitan ulang dan penimbangan rumput laut di Pesisir pantai Aeng Batu-Batu, Galesong Utara. Kegiatan yang dilakukan adalah Penimbangan Bibit rumput laut. Hal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa jumlah berat bibit yang akan di tanam, dan bisa memperkirakan perbandingan saat panen nanti.
Winda salah satu staf lapangan SiPlanet Foundation bersama dengan ibu-ibu petani rumput laut yang berjumlah 6 orang melakukan pembibitan ulang dan penimbangan rumput laut. Rata-rata berat tiap bentagannya berkisar 6-7 kg. Pembibitan itu dilakukan untuk memperbanyak rumput laut yang sudah cukup umur tanam, sekitar 30-35 hari. Kegiatan ini ditujukan untuk memperbanyak dan menjaga stock bibit untuk anggota koperasi tunas rumput laut
Canda tawa ibu-ibu petani rumput laut saat melakukan bibit ulang membuat suasana menjadi cair dan bersahabat. Dg. Sunggu salah satu dari ibu-ibu petani yang melakukan pembibitan ulang sangat cepat dalam mengikat bibit rumput laut.