
SEMARAPURA, Setelah terjadi cuaca buruk yang menyebabkan produksi rumput laut merosot, kini petani yang ada di Nusa Penida harus menghadapi anjloknya harga rumput laut. Bila sebelumnya harga rumput laut mencapai Rp 10 ribu perkilogram, kini terus merosot hingga harga Rp 8 ribu di tingkat petani. Tentu saja, kondisi tersebut menyebabkan para petani yang menggantungkan hidupnya dari produksi rumput laut langsung menjerit.
Kondisi tersebut tentu sangat mencekik kondisi perekonomian para petani. Apalagi menjelang Hari Raya Galungan, pengeluaran para petani juga cukup banyak. Hal ini disampaikan seorang petani rumput laut lainnya, I Kadek Sugiarta. Pascacuaca buruk, rumput laut miliknya banyak yang telah rusak. Bahkan, sebagiannya mati akibat besarnya ombak.
Dengan menurunnya jumlah produks,i pihaknya berharap harga rumput laut tidak terus mengalami penurunan harga. “Saya berharap agar harganya stabil karena sudah merugi akibat rumput laut hancur diterjang ombak besar. Banyak patok yang terlepas sehingga rumput lautnya mati,” jelasnya.
Di tempat terpisah pengepul rumput laut, I Wayan Murka mengakui harga rumput laut lagi terjun bebas. Menurutnya, ini disebabkan faktor cuaca panas sehingga kualitas rumput laut menurun. Harga rumput laut, sesuai jenisnya spinosum dihargai dari Rp 8 ribu sampai Rp 10 ribu sesuai kadar air sementara jenis katoni Rp 10 ribu.
Selain itu, menurutnya faktor harga BBM yang tidak menentu juga menjadi pemicu merosotnya harga rumput laut. Rumput laut di Nusa Penida menjadi komoditi ekspor di Klungkung. Seperti diketahui rumput laut Nusa Penida memiliki kualitas jelly bagus dan diekspor ke Jepang hingga Cina melalui sejumlah ekportir di Surabaya.