
Sumenep - Petani rumput laut di Dusun Cabbiya Pesisir, Mandun; dan Gedungan, Desa Cabbiyah, Kecamatan Pulau Talango, Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengeluhkan makin anjloknya harga jual rumput laut. "Kalau sudah turun, harga sulit naik lagi," kata Sudik, petani rumput laut di Dusun Cabbiya Pesisir, Selasa, 5 Mei 2015.
Saat ini, kata dia, di tingkat pengepul, rumput laut basah hanya dihargai Rp 1.000 per kilogram. Sedangkan rumput laut kering atau yang sudah dijemur Rp 9 ribu per kilogram. Menurut Sudik, jika dibandingkan 2014 harga rumput laut tahun ini jauh lebih rendah. "Tahun lalu harga bervariasi antara Rp 1.500 hingga Rp 2.000 per kilogram, tergantung kualitas," ujar dia.
Terus merosotnya rumput laut, kata Sudik, membuat banyak petani di kampungnya beralih profesi menangkap ikan teri dan cumi-cumi karena harganya lebih stabil. Namun, kata dia, sebagian besar warga memilih merantau ke Jakarta. "Rumput laut tak bisa lagi diandalkan sebagai mata pencaharian," katanya.
Ahmat, petani lainnya, mengaku ogah menjual rumput laut dalam keadaan kering karena secara harga antara yang kering dan basah sebenarnya sama saja. Kata dia, untuk menghasilkan satu kilogram rumput laut kering, dibutuhkan sekitar 7 hingga 8 kilogram rumput laut basah. "Kami memilih jual basah karena tidak perlu repot menjemur. Pada dasarnya kering atau basah sama saja harganya," terang dia.
Menurut Ahmat, masa keemasan petani rumput laut terjadi pada awal 2000. Saat itu petani meraup untung 100 persen karena harganya per kilogramnya mencapai Rp 25 ribu. Namun kemudian setiap tahun harga terus merosot hingga ke titik terendah. "Harga sempat Rp 700 per kilogram, tapi kemudian naik lagi jadi Rp 1.000," katanya.
Kepala Desa Cabbiyah, Alwi, mengaku tidak berbuat banyak untuk mendongkrak harga rumput laut. "Rumput laut ini ikut mekanisme pasar. Kalau produksi melimpah harga turun, kalau produksi kurang, harga ikut naik," ujarnya.