
NUNUKAN – Kenapa harga rumput laut jatuh? Jawabannya adalah salah satunya, mutu rumput laut yang jelek. “Jadi, ada beberapa faktor penyebab jatuhnya harga rumput laut itu. Yang pertama, mutunya sudah tidak bagus,” beber Bupati Nunukan, Drs H Basri kepada Radar Nunuka.
Ia menjelaskan, rumput laut yang dihasilkan saat ini berbeda ketika awal kemunculannya dulu. Itu sangat mempengaruhi kualitas dari rumput laut yang disebabkan kebersihan dari rumput laut tersebut tidak sesuai yang diharapkan.
Tingkat kekeringan rumput laut yang dijual ke para pembeli juga tidak sepenuhnya sempurna. Kandungan air dari rumput laut tersebut masih cukup banyak, yang juga mempengaruhi harga jual dari rumput laut yang dihasilkan para petani. “Karena ada persaingan antar pembeli, jadinya asal-asalan saja,” jelas pria asal Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) ini.
Faktor lain yang turut mempengaruhi kestabilan harga rumput laut saat ini adalah pangsa pasar rumput laut Indonesia mulai menurun. Hal ini diperkuat dengan dihentikannya impor yang dilakukan Filipina terhadap rumput laut Indonesia.
“Harga dunia memang berubah, karena di tempat lain panen raya juga. Dengar-dengar di Filipina lagi panen raya, itu ada pengaruhnya juga,” tuturnya. Faktor yang tak kalah penting adanya permainan yang dilakukan pembeli rumput laut dari para petani.
Banyak dari para petani rumput laut mencari modal dari si pembeli untuk membudidayakan rumput laut tersebut.
“Tapi, tidak bisa disalahkan siapa-siapa, karena dia butuh uang duluan dari pembeli. Akhirnya, si pembeli punya hak untuk mengatur harganya,” sambungnya lagi. Untuk menyelesaikan persoalan harga rumput laut yang tak kunjung membaik itu, pemda mulai mendekati perbankan.
“Makanya saya mencoba mendekati perbankan. Tapi, ada keterbatasannya, misalnya hanya sekian juta per satu jaminan. Misalnya, jaminan itu perahunya. Sementara, kebutuhan dari petani lebih dari itu, makanya mereka ambil jalan pintas dengan meminjam uang dari si pembeli dan pembeli yang menentukan harganya,” tambahnya.