
TAKALAR, Kab. Takalar terkenal sebagai salah satu penghasil rumput laut terbesar di Indonesia. Hal ini mendorong berbagai pola tingkah laku petani rumput laut. Salah satu pesisir di kabupaten Takalar masih ada masyarakat yang makan siang bersama tanpa ada sekat status kebangsawanan dan jabatan.
Petani rumput laut di pesisir pantai dusun Makkio Baji, desa Ujung Baji, kecamatan Sanrobone, kabupaten Takalar menjadi pemandangan sehari-hari. Hampir di sepanjang pesisir kita bisa melihat masyarakat berkumpul di sebuah gubuk sederhana untuk santap siang bersama.
Hal ini membuat petani semakin lahap untuk santap siang. "Walaupun kami tergolong ekonomi lemah tetapi kami selalu bahagia berkumpul bersama, canda tawa saat berkumpul dengan keluargalah, bisa melupakan sejenek masalah ekonomi yang menghimpit kami," kata seorang petani yang ikut berkumpul.
Kebersamaan seperti ini sangat sulit dilakukan bagi masyarakat kaum urban belakangan ini. Karena mereka sibuk dengan kerjaan masing-masing dan bahkan berkumpul dengan keluargapun sangat terbatas.
“Makan siang seperti ini menjadi tolak ukur kebahagian kami," sahut petani lain. “Inilah yang bisa kami lakukan, bukannya kami tidak suka kemewahan, tetapi kebersamaan yang kami butuhkan. Selain bisa mempererat tali silaturahmi, kerjaan kami lebih cepat dalam hal membibit rumput laut ataupun hal penjemuran saat panen, mungkin di tempat lain kebersamaan ini juga ada,” sambungnya.
“Tetapi di tempat kami jauh lebih nyaman dan aman tanpa harus memlih-milih makanan yang enak cukup ikan bakar dari tangkapan sendiri yang kami anggap kemewahan," sambung petani rumput laut.
“Di sini (Makkio baji) rumput laut merupakan mata pencaharian utama masyarakat pesisir dan kami bergantung dengan alam, karena alam juga kadang tidak bersahabat, kami cuman bisa berusaha dan berdoa, moga hasil yang kami dapatkan meningkat tiap sekali panen," harapan seorang petani rumput laut.
Banyak hal yang petani lakukan saat berkumpul di pesisir pantai Makkio Baji, ada yang membibit, menjemur bahkan ada yang lagi memperbaiki bentangan rumput laut. Masyarakat pesisir makkio baji selain sebagai petani rumput laut cottoni, SP juga ada petani glacilaria laut dan nelayan. Berkumpul menjadi satu tanpa ada sekat kerjaan inilah yang membuat mereka saling membantu.