
Di beberapa negara timur jauh dan kepulauan pasifik, rumput laut digunakan sebagai sumber makanan. Di Jepang, China, Taiwan dan Korea, setiap hari sekitar 168 species alga telah dikomersilkan, di diantaranya : Porphyra (nori), Laminaria (kombu), Undaria (wakane). Industri nori dan porphyra mencapai hasil panen seluas 60.000 ha. Di negara-negara barat, rumput laut merupakan sumber “phycocoloid” agar, karagenan, dan alginat.
Bagaimana dengan Indonesia?? Sangat sedikit produksi rumput laut kita dimanfaatkan untuk konsumsi dalam negeri. Meskipun diolah menjadi makanan, usaha ini biasanya dilakukan oleh skala pabrik. Tepung agar misalnya hanya diproduksi oleh pabrik, manisan rumput laut diproduksi oleh usaha-usaha besar.
Namun sekarang, siapa bilang bahwa mengolah rumput laut hanya bisa dikerjakan oleh pabrik. Para petani, khususnya para ibu-ibu istri para petani-pun bisa melakukannya sendiri dirumah. Alat yang dipergunakanpun tidak perlu alat canggih, cukup alat rumah tangga yang biasa dipakai oleh para ibu-ibu kalau memasak. Modalnya adalah ketekunan mencoba dan mencoba lagi. Meskipun kualitasnya belum seperti kemasan pabrik, tapi hal ini merupakan peluang untuk menggiatkan usaha kecil dalam menopang perekonomian nasional.
Hal tersebut sudah dibuktikan oleh para ibu-ibu istri petani rumput laut di Bali Barat. Bermula dari kegagalan panen budidaya karena penyakit ice-ice, dijual kering tentu tidak memberikan hasil yang cukup. Maka tergeraklah para ibu-ibu untuk merubah rumput laut yang rusak itu menjadi suatu barang yang mempunyai nilai jual yang lebih dibandingkan hanya dijual kering-nya saja.
Berbekal pengalaman dan menimba ilmu dari orang-orang yang lebih tahu, ditambah keinginan untuk terus mencoba dan mencoba lagi, akhirnya sekarang ibu-ibu di Bali Barat sudah mampu menghasilkan berbagai macam produk olahan berbahan dasar rumput laut diantaranya yang merupakan penemuan baru adalah
1. Es cendol rumput laut
2. Sirup rumput laut
3. Kerupuk rumput laut
4. Selai rumput laut
5. Asinan rumput laut
6. Dendeng rumput laut
Usaha ini telah dimulai semenjak 1,5 tahun yang lalu dan telah mampu dijual selain di lokalan juga telah menembus toko oleh-oleh di kota besar seperti denpasar dan gianyar-Bali serta Jakarta. Melalui perencanaan dan pengelolaan usaha yang baik, untuk satu jenis produk, laba bersih dalam setahun diperoleh 3-5 juta.
Dengan memperhatikan kualitas, bentuk, hegienitas, kemasan dan legalitas (ijin depkes dan halal), sangat memungkinkan produk ini mampu menembus pasaran yang lebih luas.
Bagi konsumen, makanan rumput laut tentu sangat bermanfaat bagi kesehatan. Bagi petani, usaha ini akan membrikan nilai tambah bagi peningkatan ekonomi keluarga. Minimal bisa dijual saat menjelang lebaran puasa, atau hajatan yang lain.
Untuk informasi lebih lanjut bisa menghubungi:
1. Bapak misnawiyanto: 0817-970-5877 atau fkmpp_tnbb@yahoo.com
2. Manu Drestha: 0818-055-11510 atau manudresta@telkom.net