
TAREMPA (HK) – Potensi rumput laut di Kabupaten Kepulauan Anambas tampaknya cukup menjanjikan. Bahkan Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kepulauan Anambas mengungkapkan, bila digeluti dengan serius, Anambas mampu menjadikan rumput laut sebagai komoditi ekspor yang menjanjikan.
Bukan tanpa alasan, pasalnya rumput laut yang tengah dikembangkan di daerah ini disebut memiliki kualitas yang lebih baik jika dibandingkan rumput laut yang berasal dari tempat lain. “Potensinya sangat bagus dan menjanjikan, kita akan serius mengembangkan potensi ini,” ungkap Kepala DKP Anambas, Yunizar, Selasa (11/11).
Awalnya usaha budidaya rumput laut tersebut dibangun oleh perorangan di Desa Peninting, Kecamatan Palmatak. Hingga kini, budidaya rumput laut di Peninting telah berhasil menghasilkan 18,5 ton rumput laut kering dengan kualitas yang mumpuni.
“Di Peninting sudah 2 kali panen. Selama ini mereka masih melakukan pengembangan dengan cara hasil yang diperoleh dikembangkan lagi. Dari laporan terakhir mereka berhasil panen sampai 18,5 ton. Penjualan dilakukan setelah rumput laut dikeringkan,” papar Yunizar lagi.
Melihat potensi tersebut, Yunizar menilai sudah saatnya nelayan mulai melirik rumput laut. Selama ini lanjut Yunizar, nelayan masih terfokus dengan potensi perikanan tangkap, sehingga rumput laut belum dianggap menjanjikan.
Mengenai target pemasaran, nelayan juga tidak perlu khawatir. Pasalnya pengelola budidaya rumput laut di Peninting telah bersedia memfasilitasi pemasaran untuk semua produksi rumput laut yang dihasilkan. Tidak hanya itu, mereka juga dikabarkan bersedia membantu tenaga berpengalaman yang didatangkan dari Jawa.
Berkaca dari pengelolaan budi daya rumput laut di Desa Peninting yang menuai sukses, DKP Anambas juga mencoba memberikan bantuan peralatan budi daya rumput laut kepada kelompok nelayan di desa Lidi, Kecamatan Siantan Tengah. DKP berharap kelompok nelayan tersebut bisa mengembangkan usaha budidaya rumput laut di Desa Lidi.
”Kita coba bantu kelompok budidaya dengan memberikan bibit, pengapung dan tali. Kita berharap mereka bisa mengembangkan budidaya rumput laut di sana. Tapi untuk tahap awal, hasil yang mereka peroleh tidak untuk dijual dulu, tapi dimanfaatkan utnuk memmperluas usahanya,” terang Kabid Perikanan Budidaya DKP Anambas, Defrian.
Saat ini kata Defrian, kelompok budidaya rumput laut sudah mengembangkan seluas 0,5 hektar. Jika dikelola dengan baik maka lahan tersebut bisa berkembang lebih luas lagi dengan menanam dari hasil yang dikelola pertama. Menurutnya jika hasilnya memuaskan dari bibit yang diberikan bisa menghasilkan satu ikat tali seberat 2 kilogram.
"Bibit yang kita berikan ada 100 gram dan kalau berhasil dikembangkan selama 60 hari bisa menghasilkan 2,5 ton basah kalau dijual harganya sekitar Rp16 ribu perkilo. Itu kita minta jangan dijual semua kalau boleh memperluas lahan jadi sebagian bisa dijual sebagian lagi dikelola kembali jadi kalau tahap awal sudah mengelola 0,5 hektar sekali panen bisa meningkat menjadi 1 hektar," katanya.
Defrian juga menambahkan, pengelola budidaya rumput laut yang di Peninting bersedia memasarkan bahkan membantu tenaga mereka yang sudah berpengalaman yang didatangkan dari Jawa. Jika nelayan Anambas bisa melihat potensi ini maka ke depan Anambas bisa mengekspor rumput laut dan bisa memenuhi kebutuhan lokal.
"Ke depan kita punya target nelayan yang selama ini hanya memancing, sekarang bisa melihat potensi laut kita yang lain. Bahkan rencanya budidaya rumput laut ini akan kita kembangkan ke Jemaja dan Siantan Timur karena lokasi mereka juga sangat strategis untuk budidaya rumput laut ini," tutupnya.