
WONOGIRI, suaramerdeka.com - Para nelayan tradisional di Kecamatan Paranggupito, Kabupaten Wonogiri kini mulai memanen rumput laut. Beberapa jenis rumput laut, seperti agar dan kinjeng mulai tumbuh di pantai-pantai Paranggupito.
Ketua Koperasi Nelayan Parang Bahari Paranggupito, Dwi Hartono mengungkapkan, nelayan bisa memanen rumput laut karena gelombang laut tidak sedang tinggi. “Rumput lautnya sudah mulai tumbuh. Saya sendiri baru saja mengambil lalu dibuat sayur oseng,” katanya, Selasa (30/9).
Selain dikonsumsi sendiri oleh masyarakat setempat, sebagian rumput laut juga dijual. Rumput laut jenis agar dijual dengan harga berkisar Rp 2.000-5.000 per kantung plastik. “Kalau plastik kecil Rp 2.000, kalau plastik besar dengan ukuran sekitar setengah kilogram Rp 5.000,” ujarnya.
Adapun rumput laut jenis kinjeng cukup mahal. Harganya berkisar Rp 25.000 per kilogram rumput laut kering. Rumput laut jenis kinjeng biasanya dijual ke Pacitan (Jatim). “Panen rumput laut akan terus berlangsung selama airnya tidak pasang,” imbuhnya.
Di sisi lain, nelayan pencari lobster kini justru belum menikmati panen. Pasalnya, produksi lobster biasanya baru akan meningkat pada musim hujan.
Demikian pula dengan nelayan yang mencari ikan di laut. Saat ini, hasil tangkapan ikan tidak begitu banyak. “Ikan hasil tangkapan sekarang kebanyakan berupa cakalang dan lauro. Sekali melaut bisa mendapatkan sekitar 150 kilogram ikan. Tapi nelayan masih bisa mendapat untung,” terangnya.