
SANGATTA - Kawasan Teluk Kaba, Desa Sangkima Lama, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutai Timur akan menjadi sentra/pusat pengembangan budidaya rumput laut.
"Kami bertekad akan menjadikan Teluk Kaba pusat pengembangan rumput laut di Kutai Timur bahkan Kaltim," kata Kepala Desa Sangkima Lama, Murdoko di Sangatta, Minggu.
Menurut Kades Muldoko, Teluk Kaba sangat berpotensi untuk dikembangkan budidaya rumput laut karena lokasinya yang cukup bagus dan minat warganya cukup tinggi.
Saat ini di Teluk Kaba sudah ada beberapa kelompok warga pembudidaya rumput laut, namun skalanya masih kecil, yang dimulai pada tahun 2011 lalu melalui pembinaan dinas perikanan dan kelautan Kabupaten Kutai Timur seluas 22 hektare (ha).
Kelompok budidaya rumput yang dibina Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Kutai Timur seluas 22 hektere tersebut kini sudah mulai terlihat hasilnya mencapai puluhan ton setiap panen.
"Melihat keberhasilan mereka itu, mendorong warga lainnya untuk ikut membudidayakan rumput laut di sekitarnya, karena terbukit mampu memberikan pendapatan signifikan," katanya.
Dia mengatakan, untuk lahan yang potensial dikembangkan rumput laut masih sangat luas hingga ratusan hektare, sedangkan yang digarap sekarang baru 22 hektare.
Yang menjadi kendala, minimnya SDM dan modal sebagai petani budidaya rumput laut. Dukungan dan bantuan pemkab khususnya dinas perikanan dan kelautan kutai timur.
Karena tanpa adanya dukungan dan bantuan pemkab, rasanya sulit bagi warga untuk untuk mengembangkannya lebih luas lagi, sebab butuh modal untuk membeli bibit dan biaya perawatan.
"Kalau soal pemasaran tidak masalah, karena setiap panen banyak tengkulak datang menawarkan diri untuk membeli berapa pun jumlahnya," ujarnya.