
POS KUPANG.COM, MAUMERE -Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sikka gencar membangkitkan semangat nelayan rumput laut di daerah itu. DKP bertekad melalui programnya ingin mengembalikan kejayaan nelayan rumput laut di Sikka dapat tercapai.
Kejayaan nelayan rumput laut mulai menghilang lantaran mengalami gagal panen. Padahal nelayan rumput laut pernah berjaya dengan sekali panen di masa emasnya 500 ton per bulan. Kini nelayan rumput merana karena sekali panen tidak mencapai angka 500 ton.
Kadis Perikan dan Kelautan (DKP) Kabupaten Sikka, Lukman, ketika ditemui usai sosialisasi bantuan bagi 10 kelompok nelayan rumput laut yang mendapat bantuan di Aula DKP Sikka, Sabtu (19/7/2014) siang, mengatakan, DKP Sikka menaruh harapan besar pada nelayan agar tidak putus asa meningkatkan produksi rumput laut.
Melalui program peningkatan produksi rumput, kata Lukman, DKP Sikka sudah mendatangkan rumput laut dari Lampung guna dibudidayakan dan diujicobakan di Pantai Utara (Pantura) Sikka. Upaya itu, paparnya, sudah mulai maksimal dan mendapat hasil. Pada tahun 2014 ini, DKP Sikka kembali memberikan bantuan bagi 10 kelompok nelayan rumput laut di Sikka.
Lukman mengatakan, pihaknya mengundang semua kelompok nelayan menandatangani kontrak agar melaksanakan program peningkatan rumput laut dengan baik. "Kami undang kelompok nelayan agar diberikan motivasi dan cara kerja yang baik. Bantuan yang diberikan adalah bantuan menggunakan uang negara yang harus dipertanggungjawaban oleh penerima bantuan. Maka kami jelaskan mekanisme pemberian bantuan sehingga penerima bisa memanfaatkan bantuan pemerintah dengan baik," ujar Lukman.
Lukman membeberkan, kerusakan terumbu karang di daerah pesisir pantai yang mengembangkan rumput laut terjadi karena sistem penangkapan ikan yang dilakukan oknum nelayan menggunakan potasium sehingga berdampak nelayan rumput laut gagal meningkatkan produksi.
"Ada juga nelayan menggunakan pupuk green tonik. Pupuk ini harus dipakai petani kebun malah dipakai nelayan rumput laut. Hasil panen cepat tapi hasilnya tidak maksimal. Rumput laut ketika dijemur mengecil dan minyak tidak ada," tutur Lukman.
Lukman mengimbau semua nelayan di Sikka menjaga pesisir pantai dari bahan peledak dan potasium serta menangkap ikan dengan cara yang benar.(ris)