
JENEPONTO, BKM--Cuaca buruk yang melanda kawasan di pesisir Jeneponto sejak dua hari terakhir menyebabkan kerugian besar bagi petani rumput laut. Gelombang tinggi serta air pasang merusak rumput laut petani yang sudah siap panen di Kecamatan Binamu. ''Banyak tanaman rusak,'' kata petani rumput laut, Daeng Rahman saat ditemui di kampung Ujung Batu Desa Bontojai, Kecamatan Tamalatea, Jum'at (18/7).
Daeng Rahman mengatakan, akibat dari kejadian ini, para petani mengalami kerugian cukup besar. Untuk mengurangi kerugian, mereka hanya bisa memungut patahan serta sisa rumput laut yang masih terikat pada tali untuk dimanfaatkan sebagai bibit baru.
Hal senada disampaika Hamid, warga Kampung Tanrusampe Barat, Kecamatan Binamu. Dia mengatakan, gelombang tinggi terjadi sejak beberapa terakhir ini.
Para petani sendiri tidak dapat berbuat banyak dengan fenomena alam ini.
Diketahui, pembudi daya rumput laut di wilayah ini rata-rata 300 tali dengan panjang minimal 25 meter.
Dari jumlah tersebut, tanaman rumput laut yang segera memasuki masa panen hampir seluruhnya. Dengan kejadian ini, petani menelan kerugian hingga puluhan juta rupiah per orang.
Hamid mengatakan, untuk satu lajur tali bentangan dengan panjang 25 meter, petani bisa memanen hasil sebanyak 40 kilo gram rumput laut basah.
Sementara harganya kini ditingkat petani mencapai Rp 1500 per kilo dan yang kering Rp 12.000 per kilogram. Jika dikalkulasikan, petani mengalami kerugian Rp 60.000 untuk satu tali rumput laut atau satu lajur untuk rumput laut basah, sementara yang kering, petani mengalami kerugian puluhan juta rupiah.
"Rata-rata petani rumput laut di Tanrusampe menanam 500 tali. Jika satu jalur mendapatkan Rp 45.000, berarti petani mengalami kerugian Rp 22,5 juta, belum lagi kerugian kerugian lainnya seperti biaya operasionalnya " ungkap Hamid.
Menurutnya, selain menderita kerugian akibat gagal panen, petani juga terpaksa mengeluarkan modal lagi untuk membeli bibit baru guna penanaman ulang. Harga bibit rumput laut kualitas bagus seharga Rp1.500/kg. Hamid sendiri mengakui, faktor utama yang kerap membuat para petani mengalami kerugian cukup besar adalah kondisi cuaca, Jika kondisi cuaca buruk sewaktu-waktu datang.
Hamid mengharapkan kepada pemkab khususnya Dinas Kelautan dan Perikanan untuk dapat membantu meringankan beban petani yang mengalami kerugian besar.
''Kami hanya berharap pemerintah bisa memberikan bantuan modal untuk menanam ulang lagi," ungkap Hamid
Kadis Kelautan dan Perikanan, H Muh Rizal mengatakan, sudah ada laporan masuk dan dirinya sudah melihat langsung kerugian petani rumput laut. Semuanya gagal panen akibat cuaca buruk. Total kerugian Rp 1 M.
''Kami prihatin melihat kondisi petani rumput laut. Semoga ada bantuan dari Dinas Kelautan dan Perikanan Sulsel dan Kementerian Kelauatan dan Perikanan untuk meringankan beban masyarakat,'' tegas Rizal Karaeng Ronggo (krk/cha/C)