Untitled Document
Sabtu , 02 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Nasib Petani Rumput Laut Nusa Penida
Senin, 14 Jul 2014 - Sumber: http://koran.tempo.co/ - Terbaca 5834 x - Baca: 01 May 2026
 
Panas matahari menjadi berkah bagi petani rumput laut di Banjar Pengaud, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung, Bali. Suhu matahari yang tinggi membuat penjemuran rumput laut mereka bisa dilakukan lebih cepat. Hanya dua hari. "Makin cepat kering, makin cepat bisa dijual," kata Made Sami, salah satu petani rumput laut.

Desa-desa di pesisir pantai timur Nusa Penida menghasilkan dua jenis rumput laut untuk konsumsi dunia, yaitu catony dan spinosum. Made Sami adalah salah satu petani produsen rumput laut tersebut. Dia memiliki lahan seluas 1,5 are dengan sekitar 4.500 bibit rumput laut yang diikat dengan tali. Luas lahan milik Sami ini termasuk kecil, karena rata-rata petani punya 1,5 hingga 15 are. Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, total produksi rumput laut Bali pada 2013 sebanyak 145.597 ton, atau naik hanya 1 persen dibanding hasil pada 2012, 144 ribu ton. Bali adalah satu dari sembilan provinsi penghasil komoditas rumput laut di Indonesia.

Pulau ini menyumbang sekitar 65 persen rumput laut untuk seluruh hasil rumput laut di Bali. Komoditas ini menjadi bahan baku aneka produk penting, seperti pangan dan kosmetik. Dari pulau yang terpisah dari Bali daratan ini, rumput laut diekspor lewat Surabaya ke beberapa negara, di antaranya Jepang, Cina, Taiwan, dan Korea.

Namun, di balik potensi tersebut, petani rumput laut di Nusa Penida terus menghadapi tantangan klise, yaitu masalah penanganan pascapanen. Menurut Made Sami, hampir semua petani masih menjemur rumput laut secara tradisional. Seperti dia, semua petani hanya menjemur rumput laut tersebut di atas terpal plastik seadanya, hal yang membuat rumput laut rentan tercemar sampah dan kerikil.

Petani juga menghadapi pemasaran komoditas yang tidak pasti. Nyoman Candra, petani rumput laut lainnya, menuturkan bahwa penjualan rumput laut kering sangat bergantung pada tengkulak. Petani tak bisa menjual langsung kepada eksportir ataupun pengolah rumput laut karena kapasitas produksi yang terbatas, sedangkan eksportir membutuhkannya dalam jumlah besar. Petani juga tak bisa menjual melalui pemasaran bersama. Sebab, mereka tidak bergabung dalam kelompok. "Dulu pernah ada kelompok, tapi sekarang sudah bubar karena tidak ada kegiatan," ujarnya.

Harga penjualan pun dikendalikan oleh tengkulak. Petani tak bisa melakukan tawar-menawar. "Berapa mereka mau beli, segitu kami jual," Candra menambahkan. Harga rumput laut kering ini berbeda, tergantung jenisnya. Rumput laut jenis spinosum, yang oleh warga disebut bulung, dihargai Rp 5.000 per kg. Adapun catony, yang disebut bulung gondrong, bisa sampai Rp 15 ribu per kg. "Bulung gondrong memang lebih mahal, tapi pembelinya jarang," kata Candra.

Menurut Ketua Yayasan Nusa Penida, Wayan Sukadana, pemerintah perlu membantu penanganan pascapanen melalui serangkaian pelatihan. Karena tiadanya pendampingan dan pelatihan, petani masih menjemur secara tradisional. Petani juga tak bisa membuat para-para untuk menjemur karena tidak punya cukup modal.

Sukadana melanjutkan, pemerintah sebaiknya membangun pabrik pengolahan rumput laut di Nusa Penida. "Jika ada pabrik pengolahan rumput laut di sana, maka petani tak perlu menjual lewat tengkulak. Harga juga akan lebih tinggi," ia menambahkan.

Komitmen pemerintah agar petani di Nusa Penida tidak tergusur oleh pariwisata juga penting. Menurut dia, pariwisata menjadi salah satu ancaman bagi keberadaan petani rumput laut di Nusa Penida. Hal ini sudah terjadi di Nusa Lembongan. Akibat pembangunan hotel, vila, atau fasilitas pariwisata lainnya, petani rumput laut di Nusa Lembongan pun tergusur. "Selain karena lahan dipakai membangun fasilitas pariwisata, rumput laut mereka pun bisa tercemar oleh limbah pariwisata. Jangan sampai hal serupa juga terjadi di Nusa Penida," ujar Sukadana.
 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 46 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 63 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 90 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 107 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 113 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 136 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 155 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 95 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 115 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 147 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 150 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 246 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 229 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 235 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,696 Kali
Member JaSuDa 10,756 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin