Untitled Document
Sabtu , 02 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Tantangan Klasik Petani Rumput Laut Nusa Penida
Jumat, 11 Jul 2014 - Sumber: http://indonesiana.tempo.co/ - Terbaca 5927 x - Baca: 27 Apr 2026
 
Panas matahari menjadi berkah bagi petani rumput laut di Banjar Pengaud, Desa Suana, Kecamatan Nusa Penida, Klungkung. Suhu matahari yang tinggi membuat penjemuran rumput laut mereka bisa dilakukan lebih cepat. Hanya dua hari. Padahal jika tak terlalu panas, penjemuran perlu waktu tiga sampai empat hari. “Makin cepat kering, makin cepat bisa dijual,” kata Made Sami, salah satu petani rumput laut.

Menghadap ke arah Selat Lombok, pantai timur Nusa Penida memang tempat subur bagi rumput laut. Nyaris semua warga desa-desa di sepanjang pantai ini menggantungkan hidup dari budi daya rumput laut. Desa-desa pusat produksi rumput laut di Nusa Penida tersebut antara lain Desa Suana, Desa Batununggul, Desa Kutampi Kaler, Desa Ped, dan Desa Toyapakeh. Adapun desa lain yang termasuk Kecamatan Nusa Penida tapi di Pulau Nusa Lembongan adalah Desa Jungut Batu dan Desa Lembongan.

Dari desa-desa ini, Nusa Penida menghasilkan dua jenis rumput laut untuk konsumsi dunia yaitu catony dan spinosum. Made Sami salah satu petani produsen rumput laut tersebut. Dia memiliki lahan seluas 1,5 are dengan sekitar 4.500 bibit rumput laut yang diikat dengan tali. Luas lahan milik Sami ini termasuk kecil karena rata-rata petani punya 1,5 hingga 15 are.Dengan rata-rata luas lahan petani 10-15 are, berdasarkan data Coral Triangle Centre (CTC), total hasil panen rumput laut di Nusa Penida sekitar 40-50 ton tiap kali panen antara 25 hingga 35 hari. Pulau ini menyumbang sekitar 65 persen rumput laut untuk seluruh hasil rumput laut di Bali. Menurut data Dinas Perindustrian dan Perdagangan Bali, total produksi rumput laut Bali pada tahun 2013 sebanyak 145.597 ton, atau naik hanya 1 persen dibandingkan dengan 2012, 144.000 ton. Bali merupakan satu dari sembilan provinsi penghasil komoditas rumput laut di Indonesia.

Dengan lokasi menghadap laut terbuka, Nusa Penida menjadi penyumbang komoditas rumput laut bagi Bali. Komoditas ini menjadi bahan baku aneka produk penting seperti pangan dan kosmetik. Dari pulau yang terpisah dari Bali daratan ini, rumput laut kemudian diekspor lewat Surabaya ke beberapa negara seperti Jepang, China, Taiwan, Korea, dan lain-lain.

Namun, di balik potensi tersebut, petani rumput laut di Nusa Penida terus menghadapi tantangan klise, masalah penanganan pascapanen. Menurut Made Sami, hampir semua petani masih menjemur rumput laut secara tradisional. Seperti dia, semua petani hanya menjemur rumput laut tersebut di atas terpal plastik.

Cara penjemuran ini tidak terlalu bagus karena membuat rumput laut bisa tercemar bahan-bahan lain, seperti sampah dan kerikil. “Penjemuran yang bagus sebaiknya menggunakan para-para,” kata Sami, petani perempuan ini. Selain penjemuran yang masih secara tradisional, petani juga menghadapi pemasaran komoditas yang tidak pasti. Nyoman Candra, petani rumput laut di Banjar Semaya yang berjarak sekitar 3 km dari Banjar Pengaut mengatakan hal serupa. Menurutnya, penjualan rumput laut kering sangat tergantung pada tengkulak. Petani tak bisa menjual langsung kepada eksportir ataupun pengolah rumput laut karena kapasitas produksi tiap petani yang terbatas sedangkan eksportir butuh dalam jumlah besar.Petani juga tak bisa menjual melalui pemasaran bersama karena mereka tidak bergabung dalam kelompok. “Dulu pernah ada kelompok tapi sekarang sudah bubar karena tidak ada kegiatan,” ujar petani laki-laki ini.

Karena tergantung pada tengkulak, maka harga penjualan pun dikendalikan sepenuhnya oleh tengkulak. Petani tak bisa melakukan tawar menawar harga dengan mereka. “Berapa mereka mau beli, segitu kami akan jual,” tambah Candra. Harga rumput laut kering ini berbeda tergantung jenisnya. Rumput laut jenis spinosum yang oleh warga setempat disebut bulung biasa seharga Rp 5.000 per kg kering dua hari. Adapun jenis catony yang disebut bulung gondrong bisa sampai Rp 15.000 per kg. “Bulung gondrong memang lebih mahal tapi pembelinya jarang,” kata Candra.

Menurut Ketua Yayasan Nusa Penida Wayan Sukadana kondisi petani rumput laut di Pengaud dan Semaya bisa menggambarkan kondisi petani rumput laut di Nusa Penida secara umum. Apalagi kedua tempat tersebut memang pusat produksi rumput laut. “Masalah terbesar yang dihadapi petani rumput laut di sini memang penanganan pascapanen,” kata Sukadana.

Untuk itu, menurut Sukadana, ada tiga hal yang perlu dilakukan pemerintah untuk mendukung petani rumput laut di Nusa Penida. Pertama dengan membantu penanganan pascapanen. Selama ini petani rumput laut di sana tidak pernah mendapat pelatihan penanganan pascapanen. Akibatnya petani masih menjemur secara tradisional. Petani juga tak bisa membuat para-para untuk menjemur karena tidak punya cukup modal.

Kedua, Sukadana melanjutkan, pemerintah sebaiknya membangun pabrik pengolahan rumput laut di Nusa Penida. “Jika ada pabrik pengolahan rumput laut di sana, maka petani tak perlu menjual ke Surabaya lewat tengkulak. Saya yakin harga juga akan lebih tinggi,” tambah mantan fasilitator pemberdayaan masyarakat ini.

Ketiga, Sukadana menambahkan, perlu komitmen pemerintah agar petani di Nusa Penida tidak tergusur oleh pariwisata. Menurutnya, pariwisata menjadi salah satu ancaman bagi keberadaan petani rumput laut di Nusa Penida. Hal ini sudah terjadi di Nusa Lembongan. Akibat pembangunan hotel, vila, atau fasilitas pariwisata lain, petani rumput laut di Nusa Lembongan pun tergusur. “Selain karena lahan dipakai membangun fasilitas pariwisata, rumput laut mereka pun bisa tercemar oleh limbah pariwisata sehingga rusak. Jangan sampai hal serupa juga terjadi di Nusa Penida,” ujar Sukadana.
 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 46 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 63 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 90 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 107 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 113 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 136 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 155 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 95 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 115 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 147 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 150 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 246 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 229 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 235 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,641,695 Kali
Member JaSuDa 10,756 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin