
Budidaya rumput laut merupakan program pemberdayaan masyarakat yang dapat melibatkan hampir seluruh lapisan masyarakat, dari anak-anak sampai lanjut usia. Program ini sangat cocok untuk program pemberdayaan di Indonesia, karena Indonesia merupakan negara berkembang yang cukup padat penduduknya dan memiliki keterbatasan lapangan pekerjaan terutama di pesisir pantai.
Di desa-desa nelayan di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, rata-rata mata pencaharian mereka adalah petani rumput laut, banyak sekali yang dapat mereka kerjakan, untuk ibu-ibu saja biasanya mereka membantu para suaminya atau tetangganya untuk mengikat bibit, penghasilan dari pekerjaan itu sehari rata-rata mendapatkan upah sebesar Rp. 100.000,- itu didapat dari hasil mengikat bibit sebanyak 20 tali (ris), dengan harga per ris Rp. 5.000, Bukan cuna ibu-ibu muda saja yang terlibat, tetapi ibu-ibu yang sudah lanjut usiapun dapat mengerjakan pekerjaan ini, bahkan anak-anak usia sekolah pun biasa membantu orang tuanya sepulang dari sekolah, mereka saja bisa mendapatkan upah antara Rp. 20.000 – 40.000 setiap harinya.
Bukan cuma nelayan saja yang tertarik dengan rumput laut, tetapi juga pihak militer. Di beberapa daerah kami juga bekerjasama dan memberikan pelatihan bididaya rumput laut kepada pihak militer, karena mereka juga mempunyai program ketahanan pangan yang cocok dengan budidaya rumput laut ini. Jadi begitu besar peran budidaya rumput laut dalam program pemberdayaan masyarakat.