Untitled Document
Kamis , 07 Mei 2026 | L O G I N |    
  home kami produk jasa berita infoharga komunitas galery transaksi  
Untitled Document
   
M e d i a  
Berita
Litbang
Publikasi
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Port Data
 
   
 
 
 
Berita / Litbang
 
 
 
Masih Bahan Mentah, Soalnya
22-Agust-06 - Sumber: Tim Jasuda - Terbaca 5541 x - Baca: 07 May 2026
 
Ekspor rumput laut dari Indonesia sebagian besar dalam bentuk rumput laut kering. Bagian yang lain dari eksport rumput laut Indonesia berbentuk ekstrak rumput laut seperti ATC, SRC, dan Carageenan (baca: karaginan). Perbandingan berdasarkan hasil survey pasar yang dilakukan oleh SeaPlant.Network tahun 2005, Indonesia mengekspor rumput laut kering 69.000 ton per tahun sedangkan ekstrak rumput laut (ATC, SRC, Carageenan) hanya 4.014 ton/tahun. Jika untuk mendapatkan ekstrak ATC dibutuhkan 3 kali bahan mentah (3:1) sedang untuk SRC (Semi Rafine Carageenan) 5 kali bahan mentah (5:1), dan karena jumlah pengolah carageenan tidak terlalu banyak, pemakaian raw material sebesar 10:1 belum terlalu signifikan pada perkiraan jumlah produksi, maka dapat diperkirakan bahwa produksi rumput laut Indonesia yang dikonsentrasikan kepada pembuatan ekstrak adalah sebesar angka tersebut dibandingkan dengan total produksi rumput laut Indonesia pada tahun 2005, itu berarti perbandingan antara bahan mentah / raw material (baca: row material) adalah sebesar: 4.014 ton x 4= 16.056 ton. Dengan demikian secara kasar dapat diperkirakan produksi rumput laut Indonesia pada tahun 2005 sebesar 85.040 ton. Nilai ekspor yang dihasilkannya sebesar 50,5 juta dollar Amerika Serikat. Rupiahnya kira-kira: 465 milyar.



Banyak ya? Itu angka yang besar apalagi jika ternyata semua itu bisa menghasilkan uang tunai: buat petani, buat pengusaha, buat pemerintah. Tapi, ada tapinya. Ternyata produksi raw material kita yang banyak itu belum menghasilkan uang sebanyak yang bisa dihasilkan Philipina, yang ternyata sudah kita ungguli dalam angka produksi maupun ekspor rumput laut. Bayangkan, export raw material dari Filipina pada tahun 2005 sebesar 21.267 ton, sedang ekstrak yang di eksport dari Filipina sebesar 9.405 ton. Dengan memakai perhitungan yang sama, perkiraan jumlah produksi rumput laut Filipina sebesar 21.000 + (9.405x 4) = 58.887 ton per tahun. Nilai Eskportnya kira-kira 71,5 juta dollar, kira-kira 657,800 milyar.



Jauh bedanya ya? Apa sebabnya? Ada beberapa sebab tentu saja. Pertama: Filipina lebih banyak mengolah rumput lautnya menjadi ekstrak di dalam negeri sebelum dieksport. Jadi hanya sedikit saja jumlah rumput laut yang dikirim sebagai bahan mentah. Coba bandingkan: harga pasaran dunia untuk ATC (Alkali Trated Cottonii) 2.7-3 Dollar AS per kilogram, jika memakai nilai tukar Rp. 9200 untuk 1 dollar maka nilai ATC adalah Rp. 24,840/kg. Sedang raw material untuk cottonii meski harga ekspornya fluktuatif, tapi tidak sampai menembus harga Rp. 6000 pada beberapa bulan terakhir. Tentu saja ini akan membuat perbedaan besar.



Kedua: ekstrak rumput laut dari Filipina kualitasnya lebih baik dari kualitas ekstrak rumput laut Indonesia. Harga ekstraksi rumput laut menjadi semakin baik jika prosesnya semakin panjang. Artinya harga SRC (semi refine carageenan) lebih baik dari ATC dan harga carageenan ( baca: karaginan) lebih baik dari harga SRC. Ada juga kelas-kelas harga dalam setiap jenis ekstraksi ini, di mana kualitas ekstraksi rumput laut Filipina menempati kelas paling tinggi, sehingga gampang diduga bahwa harga ekstrak rumput laut Filipina punya daya jual yang lebih baik daripada yang dihasilkan Indonesia. Hal-hal inilah sedikit banyak yang menyebabkan nilai ekspor rumput laut Filipina jauh melebihi nilai eksport Indonesia karena seperti yang sudah dipaparkan di atas, harga jual ekstrak rumput laut jauh lebih tinggi daripada harga raw material.



Nah, kalau semua informasi ini kita kaitkan, pertanyaannya untuk kita yang terlibat dalam rantai perdagangan rumput laut adalah: Kapan ya kita mengekspor rumput laut ekstraksi lebih banyak dari pada bahan mentah semata-mata? Tapi jelas ada banyak hal pula yang saling mempengaruhi menyangkut pasar ekstrak rumput laut di luar negeri, jadi kita pun tidak bisa langsung berkesimpulan bahwa kita harus dengan segera melakukan eksport ekstrak rumput laut. Tapi di sisi lain, sudah seharusnya jika kita berkeinginan untuk mulai mengolah bahan mentah di sini, si rumah sendiri sebelum mengekspornya ke pasar dunia dalam bentuk ekstrak rumput laut di mana keterbukaan menjadi unsur pengikat bagi semua pihak yang berkepentingan: petani, pengusaha, dan pemerintahan daerah. (lv086)
 
 
 
More Berita
 
1 . Pelatihan Integrated Ulva spp. Value Chain Training
  Selasa, 28 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 68 x
2 . DPR Dukung Rumput Laut dan Singkong Jadi Pengganti Plastik Impor
  Senin, 20 Apr 2026-https://www.babelinsight.id/ - Terbaca 75 x
3 . Pengiriman Ulva sebagai Bahan Baku Industri Terus Meningkat
  Jumat, 10 Apr 2026-Irna Aswanti Ibrahim - Terbaca 101 x
4 . Tren Akuakultur Semakin Menjauh dari Target Iklim, Rumput Laut Ditinggalkan
  Selasa, 07 Apr 2026-https://www.suara.com/ - Terbaca 117 x
5 . KM Logistik Nusantara 5 Tambah Kapasitas untuk Dukung Pengiriman Rumput Laut
  Selasa, 31 Mar 2026-https://radartarakan.jawapos.com/ - Terbaca 125 x
6 . Kunjungan KKP ke Jasuda, Olahan Rumput Laut Sulsel Siap Naik Level
  Jumat, 27 Mar 2026-Dian Maya Sari - Terbaca 148 x
7 . Potensi Rumput Laut sebagai Sumber Energi Terbarukan
  Rabu, 25 Mar 2026-https://bahasa.newsbytesapp.com/ - Terbaca 164 x
 
 
 
More Litbang
 
1 . Pengembangan Pewangi Ruangan Ramah Lingkungan Berbasis Ekstrak Rumput Laut dan Kulit Jeruk
  Selasa, 07 Apr 2026 - https://www.formosa.news/ - Terbaca 108 x
2 . Inovasi Hijau dari Laut: Rumput Laut Lokal Berpotensi Jadi Sumber Antioksidan dan Antibakteri Alami
  Selasa, 31 Mar 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 127 x
3 . BRIN Gali Potensi Rumput Laut dalam Pengembangan Obat Modern
  Jumat, 27 Mar 2026 - https://brin.go.id/ - Terbaca 158 x
4 . Peneliti UNDIP Kembangkan Teknologi Inovasi Pengering Rumput Laut
  Rabu, 25 Mar 2026 - https://kemdiktisaintek.go.id/ - Terbaca 161 x
5 . Cara Membuat Karagenan Rumput Laut yang Praktis
  Senin, 09 Mar 2026 - https://jualmesinrumputlaut.wordpress.com/ - Terbaca 255 x
6 . Manfaat Jelly Berbahan Rumput Laut untuk Berbuka, Dukung Asupan Serat Selama Ramadan
  Senin, 02 Mar 2026 - https://lifestyle.bisnis.com/ - Terbaca 239 x
7 . “Rumput Laut + Magnet + Biomassa E. coli” untuk Menangkap Tetrasiklin dari Air
  Senin, 23 Feb 2026 - https://unair.ac.id/ - Terbaca 243 x
 
 
Untitled Document
https://dpmn.pasamanbaratkab.go.id/ https://said.bondowosokab.go.id/ https://lejuk.belitung.go.id/ https://dinkes.sijunjung.go.id/ https://prancis.fkip.unila.ac.id/ https://dokar.dishub.grobogan.go.id/ https://tengah.magelangkota.go.id/ https://bpm.univpgri-palembang.ac.id/ https://dukcapil.sumbatimurkab.go.id/ https://laikateks.fmipa.uho.ac.id/ https://dpmd.hulusungaiselatankab.go.id/ berita hari ini produk kecantikan Belajar di Rumah Jadi Lebih Produktif Tips & Saran Ampuh Agar Nggak Cepat Bosan Peluang Bisnis UMKM Terbaru 2025 rahasia wanita mastering slot machine poker online manfaat obat kuat slot games https://ffnagajp1131.org/
http://acr.ffvelo.fr/ http://ecbc.ffvelo.fr/
SLOT GACOR # Link Login Situs Game Online Resmi & Gampang Maxwin Hari Ini BOS01 : Agen Slot Gacor Maxwin Hari Ini Provider Hits Slot88 Dan Slot777 Online 2025 BOS911 : Situs Slot Gacor Terbaru & Link Login Slot88 Resmi 2025 Bos01 Bos01 Bos911 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos01 Bos911 Bos01 Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01 Bos01 Lumbung4d Bos01
Team JaSuDa
Kerjasama Kami
Mitra Kami
Cara Pesan Produk
Berita | Litbang
Terminal JaSuDa
Amarta Project
Info Harga RL
Galeri Photo
Statistik Website
Visitors 1,642,069 Kali
Member JaSuDa 10,757 Org
Buku Promosi 809 lihat
Konsultasi Online 2764 lihat
Jl Politeknik 14 Pintu Nol Unhas Tamalanrea Makassar, Sulawesi Selatan, Indonesia
PT. JARINGAN SUMBER DAYA (JaSuDa.nET)
All Rights Reserved. Created 2005, Revised 2022. Hosted IDW
Asosiasi dengan SiPlanet Foundation dan Afiliasi dengan Posko UKM JaSuDa
Developed by Irsyadi Siradjuddin