
“Sedikit ji saja, sudah dikomplain”, demikian disampaikan beberapa pengumpul rumput laut dalam pertemuan dengan salah satu exporter di Makassar. Dan memang benar dalam karung sang pengumpul ini “hanya” terdapat serumpun spinosum, yang kalau ditimbang mungkin beratnya tidak cukup 50 gr.
Sang Eksportir juga merasa ragu untuk membeli rumput laut dari si pengumpul tadi, sekalipun sang eksportir masih memerlukan rumput laut dalam jumlah yang tidak sedikit karena ada permintaan yang besar dari pembelinya, sang eksportir merasa lebih aman untuk membeli dari wilayah lain, selain Sulsel. “Tentu saja kami tidak mau rugi, kalo pembeli menolak barang kami, kami akan kehilangan pasar..” tegas sang eksportir
Demikian sekilas diskusi yang dapat kami rekam dalam pertemuan antara PT Rapid Niaga dengan beberapa Collectornya di Sulsel.
Kita semua harus mengetahui mengapa tidak boleh menyatukan cottonii dengan spinosum. Sifat-sifat cottoni sangat berbeda dengan spinosum (agar pemburu), kegunaannya pun sangat berbeda pula. Cottonii menghasilkan apa yang disebut “kappa carragenan” sedangkan spinosum menghasilkan “iota carragenan.” Jika cottonii tercampur sekalipun hanya dengan sedikit saja spinosum, akibatnya cottonii tidak akan bisa diproses lebih lanjut, hasilnya tidak dapat digunakan alias hanya bisa dibuang. Semua Pabrik pengolah rumput laut biasanya sangat serius dengan masalah ini. CP Kelko misalnya, mensyaratkan pembeliannya dengan 0% spinosum, yang artinya sedikitpun tidak boleh terdapat spinosum dalam tiap karung yang dikirim.
Pak
Iain Neish, yang selama 20 tahun bekerja di FMC (pabrik pemroses rumput laut terbesar) mengakui bahwa ketika ia dia bekerja disana, mereka mempekerjakan banyak sekali tenaga harian untuk mensortir cottonii sebelum diproses, ..”kami lebih memilih membayar orang bekerja lebih daripada main-main dengan hasil prosesnya, sama sekali tidak akan terpakai jika ada spinosum di dalam cottonii,” tambah
Dr Iain. Hal yang sama juga akan terjadi jika spinosum tercampur cottonii, spinosum tersebut juga tidak akan dapat diproses lebih lanjut dan hanya akan menjadi sampah.
Apa ayang harus kita lakukan bersama agar pembeli jangan meninggalkan kita??
• Jika petani menanam cottonii dan spinosum, harus dilakukan dilokasi yang berbeda. Pastikan tidak menjemur cottonii dan spinosum secara bersamaan.
• Pada waktu proses pembalikan selama dijemur, amatilah apakah ada spinosum yang tercampur, jika ada cepat pisahkan.
• Periksalah rumput laut sebelum dimasukkan ke dalam karung, pastikan setiap karung cottonii hanya diisi dengan cottonii.
• Sebaiknya para pengumpul mencurahkan setiap karung dan melakukan pemeriksaan secara teliti sebelum mempacking sesuai dengan permintaan pembeli. Tidak ada salahnya memberikan denda bagai petani yang entah sengaja atau tidak melakukan pencampuran.