
Rumput laut sebagai bahan baku industri pangan, harus benar-benar dijaga kualitasnya. Kualitas rumput laut tidak hanya ditentukan oleh kadar karagenan, kadar air (moisture), kadar garam dan pasir (impurity). dari bahan pencemar. Kualitas rumput laut juga ditentukan oleh tidak adanya atau sangat sedikitnya rumput laut mengandung bahan lain, bahan pencemar, seperti logam berat. Kadar logam berat seperti arsenic, timbal, mercury dan cadmium bila terdapat dalam kadar tertentu dalam rumput laut dapat mengakibatkan gangguan kesehatan pada manusia. Dari beberapa kemungkinan pencemaran logam pada tumbuhan, Salah satu logam berat yang harus diwaspadai dalam industri rumput laut adalah Cadmium (Cd).
Bahaya dan Sifat Fisik Cadmium
Kandungan Cadmium pada rumput laut tidak boleh melebihi 0.5 mg/kg. Dari hasil penelitian salah satu perusahaan rumput laut terbesar di dunia yang membeli rumput laut Indonesia, menunjukkan adanya kandungan Cadmium pada rumput laut yang melebihi ambang batas atau tidak sesuai dengan persyaratan standar kualitas. Kasus ini terjadi pada hasil pengujian sampel rumput laut yang diambil dari lokasi penanaman rumput laut yang berbeda di Jeneponto, yang menunjukkan adanya kandungan Cadmium 1.2 – 1.3 mg/kg.
Pencemaran Cadmium pernah terjadi di Jepang. Kasus tersebut terkenal dengan penyakit itai – itai (itai–itai desease, baca: itai-itai disis). Seperti yang disebutkan dalam Food Review, adanya pencemaran air sungai di wilayah Kumamoto, Jepang menyebabkan tanaman padi di wilayah Kumamoto terkontaminasi. Beras yang dihasilkan mengandung Cadmium lebih dari 0.4 mg/kg sehingga menyebabkan keracunan dan menimbulkan penyakit itai – itai. Keracunan Cadmium menyebabkan toksisitas kronis (gejala keracunan parah) karena terjadi akumulasi (penumpukan) Cadmium di ginjal. Penderita keracunan Cadmium mengalami tekanan darah tinggi, kerusakan pada ginjal dan sel darah merah.
Cadmium mempunyai sifat tahan panas sehingga banyak digunakan untuk campuran keramik, serta tahan terhadap korosi sehingga bagus untuk melapisi besi dan baja. Cadmium juga banyak digunakan sebagai pigmen (zat penentu warna) dalam industri cat, enamel dan plastic, biasanya dalam bentuk sulfide yang dapat memberikan warna kuning sampai coklat.
Bagaimana Rumput Laut Tercemar Cadmium?
Cadmium menjadi bahan pencemar berbahaya karena selain sifat-sifat di atas, Cadmium juga tidak dapat dihancurkan atau dicerna (non degradable: baca: non digretabel) oleh organisme (mahluk hidup). Karena sifat dasar ini pula, Cadmium terakumulasi ke lingkungan, terutama mengendap di dasar perairan membentuk senyawa kompleks bersama bahan organik dan anorganik karena terserap atau karena bercampur atau berkombinasi.
Pada umumnya pencemaran Cadmium pada bahan pangan disebabkan oleh adanya pencemaran lingkungan oleh industri yang menggunakan Cadmium sebagai salah satu bahan dalam proses produksi di lingkungan sekitar, seperti yang terjadi dalam kasus penyakit itai-itai. Pencemaran Cadmium terjadi dalam proses metabolisme rumput laut dimana Cadmium dan logam berat lainnya yang terlarut dalam perairan diserap masuk dalam jaringan rumput laut dan akhirnya terakumulasi dalam tallus rumput laut.
Meski sampai saat ini belum ditemukan penyebab utama terjadinya pencemaran Cadmium pada rumput laut di Jeneponto, tentu perlu dilakukan penelitian kandungan Cadmium di area tanam yang diasumsikan tercemar oleh Cadmium. dengan mengetahui sifat fisik Cadmium, dapat diduga tingkat keamanan produk perikanan dan rumput laut, jika dihasilkan dari perairan yang tercemar Cadmium. Pengujian dapat dilakukan dengan pengambilan sampel rumput laut, air laut dan komponen lainnya yang ada disekitar seperti lumpur, pasir dan tanah.
Sehubungan dengan pengambilan sampel, sebelum pengambilan sample akan lebih baik jika dilakukan analisa bahaya (hazard analysis) dengan menentukan titik kritis (critical point*) pada rumput laut dan lingkungan sekitar area tanam. Titik kritis adalah tempat atau bagian yang harus diambil sampelnya untuk mengetahui munculnya potensi bahaya. Penentuan titik kritis dan analisa cemaran Cadmium secara menyeluruh sangat diperlukan untuk meminimalkan cemaran Cadmium pada rumput laut. Pada rumput laut, seperti yang terlihat pada gambar 1, titik kritis ada pada : air sungai, air laut, rumput laut kering, dasar lokasi, dan pasir pantai.
Tindakan Perbaikan dan Pencegahan
Berdasarkan gambar pengaruh lingkungan sekitar area tanam rumput laut maka dapat dilakukan beberapa tindakan perbaikan dan pencegahan. Tindakan perbaikan harus segera diambil untuk mengurangi bahaya Cadmium pada area penanaman yang tercemar begitu pula dengan tindakan pencegahannya
Tindakan perbaikan yang dapat dilakukan diantaranya:
1. Membersihkan lingkungan sekitar area tanam rumput laut, misalnya dengan tidak membuang limbah industri dan rumah tangga secara langsung maupun tidak langsung ke area tanam rumput laut. Limbah industri dan rumah tangga berpotensi menyebabkan terjadinya cemaran Cadmium.
2. Pilihlah perairan yang berarus sedang, karena rumput laut yang bergerak karena adanya arus akan mempunyai tingkat cemaran Cadmium yang lebih rendah dibandingkan rumput laut yang tumbuh di perairan tanpa arus dengan tingkat gerakan yang sangat minimal.
3. Penjemuran rumput laut tidak dilakukan di tanah karena kontak langsung antara tanah atau pasir pantai dengan rumput laut menyebabkan terjadinya potensi cemaran Cadmium yang terkandung pada tanah atau pasir pantai ke rumput laut.
4. Penjemuran rumput laut tidak dilakukan di tepi jalan raya yang dilalui kendaraan bermotor karena ada potensi cemaran Cadmium dari debu dan asap kendaraan yang beterbangan dan menempel pada rumput laut pada saat penjemuran. Selain itu dapat dipastikan logam berat lain berupa timbal (Pb) yang keluar dari knal pot kendaraan akan mencemari rumput laut.
5. Melakukan analisa atau penelitian kandungan Cadmium di area tanam yang diasumsikan tercemar oleh Cadmium.
6. Penggantian bibit rumput laut harus dilakukan jika hasil analisa menunjukkan bahwa rumput laut yang ditanam sekian lama di lokasi tersebut mengandung Cadmium yang semakin tinggi. Sifat akumulasi (peningkatan jumlah) cemaran Cadmium pada rumput laut tidak dapat diperbaiki kecuali dengan penggantian bibit baru yang belum tercemar Cadmium.
7. Pemindahan lokasi tanam harus dilakukan jika lingkungan sekitar area tanam sudah tercemar Cadmium diatas ambang batas dan tidak dapat diperbaiki lagi.
Tindakan pencegahan agar tidak terjadi pencemaran Cadmium pada rumput laut dapat dilakukan dengan:
1. Melakukan budidaya di perairan yang berarus sedang dan belum tercemar dapat mencegah terjadinya pencemaran Cadmium pada rumput laut.
2. melakukan perawatan dengan metode Tender Loving Care (TLC) pada rumput laut. Misalnya dengan menggoyang tali bentang ketika area tanam tidak ada arus dan banyak terdapat lumut atau kotoran yang melekat pada rumput laut. Dengan cara tersebut, rumput laut akan terhindar dari lumut atau kotoran dan gerakan tali menimbulkan ”arus buatan” yang dapat merangsang pertumbuhan dan meminimalkan pencemaran Cadmium.