
Setelah mengalami masa-masa sulit dua tahun belakangan ini, akhirnya budidaya rumput laut di Pulau Pari, Kelurahan Pulau Pari, Kepulauan Seribu Selatan, kembali bergairah. Warga yang memang nelayan rumput laut di pulau tersebut kini mulai memanen rumput laut bahkan dalam partai besar.
"Sekarang jauh lebih baik, tanaman (rumput laut) berkembang baik dan hasilnya lumayan banya," ungkap Ilhamsyah, Ketua RW 03 Kelurahan Pulau Pari, Rabu (15/5).
Ilham mengatakan, budidaya rumput laut pernah menjadi mata pencarian pokok warga Pulau Pari. Namun, karena sering terjadi pencemaran akibat pembuangan minyak di laut, pertumbuhan rumput laut menjadi tersendat dan bahkan banyak yang gagal panen.
"Dulu, warga di sini menggantungkan hidupnya dari rumput laut. Mereka dapat membangun rumah hingga menyekolahkan anak sampai bangku kuliah dari hasil rumput laut," terangnya.
Beruntung, sambung dia, saat ini selain rumput laut yang mulai bergairah, kunjungan wisata di Pulau Pari juga semakin meningkat. Sehingga warga mendapat alternatif pendapatan. "Tiap akhir pekan, Pulau Pari banyak didatangi wisatawan. Itu jadi alternatif pendapatan warga," katanya.
Dengan begitu, Ilham berharap, kondisi saat ini tetap bertahan dan pencemaran yang menjadi ancaman budidaya rumput laut dan bahkan ancaman kelangsungan wisata di Pulau Pari tidak pernah terjadi lagi. "Kita sangat berharap tidak ada lagi pencemaran," harapnya.