
TERNATE-PM, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Maluku Utara, kecewa dengan klaster atau kelompok rumput laut di Kecamatan Pulau Moti yang gagal total. BI menilai masyarakat Moti dalam mengembangkan budidaya rumput laut belum cukup baik. Padahal, hasil dari rumput laut tersebut memiliki nilai ekonomi yang cukup tinggi.
“Jika rumput budidaya rumput laut berhasil dikembangkan maka saya berani menjamin, kehidupan masyarakat pulau Moti akan sejahtera,” kata Menager Unit Komunikasi dan Informasi Kebijakan (UKIK) Bank Indonesia, Syahril kepada Posko Malut di ruang kerjanya, Kamis (16/1).
Syahril juga menambahkan, untuk mengklaster rumput laut di pulau Moti, BI memang hanya melakukan pendampingan saja. Sementara seluruh anggarannya dikeluarkan oleh Pemerintah Provinsi. Padahal, jika petani rumput laut terus menekuni pekerjaanya, BI akan terus melakukan pendampingan. Namun, karena proyek tersebut sudah gagal jadi mau-tak mau, BI harus mengembangkan klaster yang bernilai ekonomi yang lain.
“Proyek rumput laut itukan sudah gagal, lebih baik kami cari klaster ekonomi yang lain untuk kita buat pendampingan,” akui tanpa menyebutkan secara rinci.