
Kekuatan gel merupakan salah satu parameter kualitas yang sangat menentukan harga rumput laut di pasaran sehingga pegukuran kekuatan gel sangat penting untuk memberikan kepastian kualitas rumput laut. Industri rumput laut, terutama pabrik pengolahan rumput laut memerlukan alat pengukur kekuatan gel yang biasa disebut Texture Analyzer.
Namun demikian, hanya beberapa pabrik pengolahan rumput laut yang mempunyai Texture Analyzer karena harganya sangat mahal. Untuk mendapatkan Texture Analyzer model TAXT Plus, pabrik rumput laut harus mengeluarkan dana Rp 178.000.000 atau seharga mobil Kijang Inova. Oleh karena itu, hanya pabrik besar yang mampu membeli Texture Analyzer.
Bagaimana dengan pabrik pengolahan rumput laut yang kecil ? Mereka tentunya tidak mampu membeli Texture Analyzer XT Plus, tetapi ada cara lain yang dapat ditempuh untuk pengukuran kualitas kekuatan gel untuk memenuhi permintaan pelanggan. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah dengan mengirimkan contoh rumput laut atau hasil olahan rumput laut (sampel) ke lembaga penelitian. Harga pengujian kekuatan gel setiap sampel berkisar Rp 60.000 – 100.000. Lembaga penelitian yang mempunyai Texture Analyzer XT Plus juga tidak banyak, ada 4 lembaga penelitian di Indonesia yang mempunyai Texture Analyzer XT Plus dan semuanya terpusat di Jawa sehingga untuk melakukan pengukuran kekuatan gel memerlukan biaya besar dan menyebabkan pabrik pengolahan rumput laut tidak bisa melakukan pengukuran kekuatan gel.
Melihat kondisi tersebut, SEAPlant Network – Value Added Solution mengembangkan Manual Texture Analyzer yang bertujuan untuk memudahkan pelaku usaha industri rumput laut baik petani, pemasok dan pengolah rumput laut agar dapat melakukan pengukuran kekuatan gel sendiri dengan biaya yang terjangkau.
Pembuatan Manual Texture Analyzer membutuhkan biaya Rp 4.000.000 dan berdasarkan hasil uji coba pengukuran kekuatan gel yang telah dilakukan dapat disimpulkan Manual Texture Analyzer dapat dipakai untuk mengukur kekuatan gel. Saat ini, sedang dilakukan verifikasi atau kalibrasi alat dengan 100 sampel. Verifikasi dilakukan dengan mengukur 100 sampel yang sama yang disiapkan di Lab. Mini – SeaPlant Network. Sampel tersebut akan diuji dengan Texture Analyzer XT Plus di Centre for Marine and Fisheries Product and Biotechnology – Jakarta. Hasil pengukuran kekuatan gel dari 100 sample dengan Manual Texture Analyzer akan dibandingkan dengan Texture Analyzer XT Plus. Prosedur pengujian kekuatan gel dengan menggunakan prosedur yang sama (017- PES Water Gel) yang ditetapkan oleh SeaPlant Network. Prosedur pengujian kekuatan gel adalah sebagai berikut :
1. Buat larutan garam dengan melarutkan 100 gr KCl dan 100 gr CaCl2.H2O dalam distilled water dan tambahkan distilled water sampai mencapai volume 1 liter. Simpan dalam botol Pyrex tertutup.
2. Timbang wadah kosong pada posisi berat nol (tare).
3. Tambahkan 10.0 ml larutan garam dalam wadah.
4. Tambahkan distilled water sampai volume 485 ml.
5. Timbang 10.0 gr sampel dan masukkan ke wadah.
6. Lakukan pengadukan selama 2 menit.
7. Letakkan wadah dalam water bath yang sudah mencapai titik didih.
8. Panaskan dengan pengadukan selama 15 menit.
9. Setelah 15 menit, angkat wadah dari water bath, keringkan bagian luar wadah.
10. Tambahkan distilled water hingga 500 ml dan lakukan pengadukan.
11. Tuangkan larutan pada 3 buah crystallizing dishes dan letakkan pada baki yang berisi air dingin selama 15 menit. Pindahkan crystallizing dishes dishes pada cooling water bath dan biarkan terjadi pembentukan gel selama 45 menit.
12. Setelah gel mencapai temperatur 25oC, balikkan gel dan pindahkan pada dish.
13. Gunakan Texture Analyzer untuk menentukan kekuatan gel (break –force) pada setiap gel dengan posisi ujung “jarum” (probe) tepat ditengah sampel.
14. Hitung kekuatan gel dalam satuan grams break-force (gr/cm2) dengan mencari nilai rata-rata dari tiga hasil pengujian.
Dari perbandingan hasil pengujian atau verifikasi ini akan didapatkan tingkat keakuratan atau ketelitian alat. Setelah selesai pengujian dan verifikasi Manual Texture Analyzer diharapkan pengujian kekuatan gel tidak menjadi kendala lagi bagi pelaku industri rumput laut. Manual Texture Analyzer dapat dimanfaatkan oleh pelaku indutri rumput laut terutama pabrik pengolahan rumput laut untuk memastikan kualitas hasil olahan rumput laut sehingga dapat memberikan nilai tambah bagi pelaku industri rumput laut.