
Kegiatan budidaya rumput laut di desa Wakat Ehak (Palilolon), kecamatan Ileape, kabupaten Lembata mulai berkembang pada tahun 2004 ketika itu mereka mengalami gagal panen di ladang. Untuk mengatasi permasalahan ini, pihak LSM (Care Indonesia dan sebuah lembaga gereja) memberikan bantuan berupa peralatan budidaya rumput laut (seperti: tali nilon, bibit, pelampung, dll) ke masyarakat untuk membudidayakan rumput laut. Dan ternyata hasilnya baik, sehingga saat ini penduduk desa Palilolon sudah menjadikan rumput laut sebagai pekerjaan pokok mereka.
Pendampingan terhadap petani rumput laut selain dilakukan oleh Care Indonesia, juga oleh Koperasi Pesisir Lomblen yang memberikan pinjaman modal untuk pengembangan usaha rumput laut. Koperasi jugabekerja sama dengan pengusaha local untuk membeli rumput laut dari petani di desa-desa. Dengan cara kerja seperti ini, maka kegiatan budidaya rumput laut berkembang cukup baik. Ketika Pensa masuk ke Lembata, saya selaku REDC selalu bekerjasama dengan Care Indonesia dan Koperasi Pesisir Lomblen untuk mendampingi petani rumput laut di sana.
Kegiatan Care Indonesia berakhir pada Januari 2006, sedangkan pendampingan Koperasi Pesisir Lomblen sejak beberapa bulan terakhir agak kurang. Karena itu petani rumput laut yang sudah menjadi anggota Koperasi Pesisir Lomblen merasa kecewa.
Belajar dari pengalaman ini, saya coba memfasilitasi mereka untuk kalau boleh petani di Palilolon membentuk wadah sendiri apa pun bentuknya yang dikelolah oleh mereka sendiri untuk mengurangi ketergantungan dengan pihak luar. Adanya kelompok tersebut juga untuk memudahkan pendampingan Pensa selanjutnya.
Melalui kegiatan workshop Business Plan yang dipandu oleh Pak Viktor, petani sepakat membentuk sebuah kelompok sendiri. Kesepakatan waktu itu oleh 12 orang peserta pertemuan. Pada tgl. 10 Juni 2006 diadakan pertemuan pembentukan kelompok yang difasilitasi Pensa. Maka terbentuklah kelompok petani rumput laut dengan nama : Mekar Laut, dengan anggota 19 orang. Anggota kelompok ini bertambah terus, hingga pada tgl 17 Juni bertambah menjadi 22 orang dengan total modal (simpanan) sebesar Rp 1.097.000. Perinciannya sbb.: simpanan pokok Rp 880.000, simpanan wajib Rp 110.000 dan simpanan suka rela Rp 107.000. Pengurus dan pengawas (5 orang) mengikuti Pelatihan Manajemen Koperasi di Maumere, 19 – 23 Juni 2006. Setelah mendapatkan pembekalan melalaui pelatihan tersebut mereka akan membenahi manajemen dan pembukuan kelompok menjadi sebuah koperasi yang baik.
Ke depan, kelompok ini akan diarahkan menjadi Koperasi Serba Usaha dan akan didampingi oleh Pensa.