
RUPAT- Bupati Bengkalis Herliyan Saleh meninjau pilot project budidaya rumput laut di Desa Tanjung Rhu, Kecamatan Rupat Utara, Rabu (1/1). Bupati didampingi Sekertaris Daerah Kabupaten Bengkalis, Burhanuddin dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Amril Fakhri.
Menurut Bupati, budidaya rumput laut bisa dijadikan usaha sampingan bagi masyarakat nelayan untuk meningkatkan ekonomi masyarakat. Terutama ketika nelayan tidak bisa melaut pada saat cuaca ekstrem.
"Kondisi perairan di sini sangat mendukung untuk usaha budidaya rumput laut. Selain itu juga bisa dijadikan sebagai usaha lain bagi masyarakat nelayan, selain mencari ikan di laut. Kita juga mengharapkan hal ini bisa menjadi contoh bagi masyarakat lainnya di Pulau Rupat," ungkap Bupati.
Rumput laut bagus untuk dikonsumsi karena memiliki asupan gizi yang baik jika diolah secara benar dan higienis. Rumput laut merupakan salah satu sumber daya hayati yang terdapat di wilayah pesisir dan laut.
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan, Amril Fakhri menambahkan, Pulau Rupat dijadikan sebagai pilot project untuk budidaya rumput laut, terutama untuk jenis Eucheuma sp. "Dengan kondisi perairan Pulau Rupat, baik kondisi fisika laut maupun kimia, sangat cocok untuk budidaya rumput laut. Saya melihat pertumbuhan rumput laut sangat dipengaruhi dua faktor, internal dan eksternal. Faktor internal antara lain jenis, galur, bagian thalus dan umur. Sedangkan faktor eksternal keadaan fisik dan kimiawi perairan," ujarnya.
Selain faktor-faktor tersebut, ada faktor lain yang sangat menentukan keberhasilan pertumbuhan rumput laut, yaitu pengelolaan yang dilakukan oleh manusia. Walaupun ini sebatas uji coba (pilot project), budi daya rumput laut di Pulau Rupat menunjukkan perkembangan yang cukup bagus.
"Rumput laut yang dibudidayakan itu pertama kali disemai seberat 1 ons, setelah 23 hari beratnya menjadi 5 ons. Ini cukup bagus. Jika uji coba ini berhasil, Dinas Kelautan dan Perikanan akan mencoba menganggarkan dalam APBD Kabupaten Bengkalis untuk dilakukan riset selanjutnya, riset ini akan dikembangkan untuk masyarakat di sekitar Pulau Rupat," jelasnya.
Rumput laut merupakan tumbuhan laut yang mempunyai daya jual tinggi. Dimana rumput laut banyak dimanfaatkan untuk minuman dan karaginan (senyawa komplek polisakarida). Karaginan banyak digunakan pada makanan, farmasi dan kosmetik sebagai bahan pembuat gel, pengental atau penstabil. (MC Riau/din)