
Pangkep, InfoPublik - Petani rumput laut di Kabupaten Pangkep, khususnya di Desa Tamarupa, sangat terbantu dengan program Restoring Coastal Livehood (RCL) yang merupakan implementasi kerja sama antara Pemerintah Kabupaten Pangkep dan lembaga Oxfam.
Berkat kerjasama tersebut, para petani rumput laut setempat tetap bisa menjalankan usahanya di masa-masa sulit yang biasanya berlangsung dari bulan Agustus, September, hingga Oktober.
Proyek RCL ini memang menantang petani rumput laut di Desa Tamarupa untuk terus membudidayakan rumput laut pada masa-masa sulit itu. Biasannya, bulan Agustus, September, sampai Oktober, petani rumput laut menggantungkan tali bentangan rumput laut atau berhenti sementara karena musim yang kurang baik.
Namun atas pendampingan yang dilakukan tim dari Proyek RCL Oxfam, petani rumput laut yang tergabung dalam kelompok "Kalaroang" bertekad untuk bertahan sambil mencari solusi bagaimana rumput laut bisa bertahan dalam masa sulit.
Beberapa hari lalu tampak banyak nelayan yang umumnya dari kalangan ibu-ibu tetap beraktivitas seperti mengikat rumput laut yang siap diturunkan ke lahan budidaya. Program tersebut merupakan program penguatan komitmen kerjasama antara Oxfam dan pemerintah.
Di Sulawesi Selatan, program OXfam mengimplementasikannya di empat kabupaten di Sulsel yang merupakan wilayah pesisir laut yang salah satunya, yakni Kabupaten Pangkep. Tiga daerah lainnya yakni Takalar, Maros, dan Barru.