
NUNUKAN – Potensi industri atau usaha kecil menengah hingga skala rumah tangga di Kabupaten Nunukan diakui sangat menjanjikan. Tinggal dipoles lewat pembinaan yang optimal, produksi lokal bisa lebih baik.
Nah, atas dasar itulah sehingga mendorong Dinas Perindustrian, Perdangangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah UKM Kabupaten Nunukan yang bekerjasama Disperindagkop provinsi Kaltim untuk menggelar pelatihan pengolahan industri rumput laut dan pelatihan desain dan diverifikasi produk anyaman rotan.
Pelatihan kali ini diikuti 55 peserta. Dirincikan Peserta pelatihan pengolahan industri rumput laut berjumlahkan 20 peserta dari Kecamatan Nunukan dan Nunukan Selatan. Sedangkan peserta pelatihan desain dan diverifikasi produk anyaman rotan diikuti 25 peserta dari Kecamatan Sembakung, Sebuku dan Lumbis.
Pelatihan resmi dibuka Kepala Disperindagkop dan UMKM Samuel Parangan SE MSi, Senin (2/9) malam yang berlangsung selama lima hari di Hotel Fortuna.
Di hari pertama pelatihan, Disampaikan Ka Disperindagkop, para peserta pelatihan lebih dahulu di berikan materi tentang produk-produk unggulan terkini.
Dalam sambutannya, Samuel membeberkan, pelatihan dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan masyarakat atau pelaku usaha agar lebih baik dalam mengelola potensi rumput laut dan juga komoditas rotan. Apalagi, produksi rumput laut dan hasil rotan potensinya sangat besar di Kabupaten Nunukan.
“Rumput laut dan rotan kini hasilnya sangat besar sekali di Kabupaten Nunukan. Bahkan untuk produksi rumput laut, Nunukan terbesar di Kaltim,” syukurnya.
Selain dari itu, Samuel juga mengatakan, kegiatan pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan pendapatan perindustiran daerah yang lebih baik lagi.
Lalu ia juga berharap, pelatihan bisa memberikan pengetahuan dan kemampuan lebih terhadap 55 peserta pelatihan.
“Semoga saja dengan adanya pelatihan ini, para peserta bisa mendapatkan pengetahuan dan kemampuan yang lebih baik dari sebelumnya, sehingga bisa sejahtera,” pungkasnya.