
Tambak Ikan Bandeng, Udang, Ikan Nila Terus Dibudidayakan
PIJAR (Sapi, Jagung dan Rumput Laut) merupakan program prioritas Pemerintah Kabupaten Dompu yang digalakkan sejak tahun 2010 sampai 2015 mendatang.
Program yang diyakini akan menjadi kunci masyarakat Dompu untuk keluar dari kemiskinan tersebut telah berjalan selama lebih kurang 2 tahun dengan peningkatan produkŽtifitas yang signifikan seiring penamŽbahan areal tanam dan dana pendukuŽng, sehingga pencapaian target yang dinginkan dapat terealisasi pada akhir tahun 2015 mendatang.
Berbagai cara dilakukan untuk mencapai target tersebut, salah satunya dengan menabuh gong penanaman perdana rumput laut jenis Gracillaria pada tahun ini dengan luas arealnya 1000 hektare yang akan melibatkan 1000 orang petani tambak yang selama ini membudidayakan udang maupun bandeng di lahannya masing-masing.Wilayah yang akan menjadi hamparan penanaman rumput laut jenis Gracillaria berada di Desa Riwo, Desa Mumbu (Woja) dan Desa Jambu (Pajo) karena ketiga (3) desa ini sebagian besar wilayahnya adalah hamparan tambak milik warga desa setempat dan akan menjadi lokasi percontohan untuk program ini dan setelah dilakukan identifikasi, sangat layak untuk dikembangkan budi daya rumput laut jenis Gracillaria ini.
Kunjungan Asisten Deputi Kemitraan Pembangunan Daerah Tertinggal di Kabupaten Dompu beberapa hari yang lalu, secara khusus terjun langsung ke lokasi sasaŽran untuk melihat secara langsuŽng, apakah memungkinkan atau tidak lokasi tersebut dikembangkan Gracillaria di Kabupaten Dompu. Tindak lanjutnya adalah dengan menggandeng investor yang akan mengakomodir seluruh produksi Gracillaria yang dihasilkan oleh para petani tambak nantinya. Pada Bulan Maret mendatang akan diadakan tatap muka secara langsung antara investor (Perusahaan) dengan seluruh petani tambak yang berada di 3 lokasi tersebut, sehingga nantinya tercapai kata sepakat yang akhirnya nanti di tuang ke dalam MOU (Memorandum of Understanding).
Keuntungan yang didapat oleh petani tambak jika membudidayakan Gracillaria yang dipadukan dengan bandeng dan udang adalah :
1. Adanya nilai tambah pendapatan petani,
2. Mengurangi virus yang sering melanŽda/mengganggu komoditas bandeng dan udang,
3. Menyuburkan tambak sehingga komoditas yang ditebar menjadi sehat,
4. Memasyarakatkan buŽdidaya Gracillaria di Kabupaten Dompu.
Upaya yang dilakukan Dinas KeŽlauŽtan dan Perikanan Kabupaten Dompu ini adalah salah satu langkah maju dalam rangka mempercepat peniŽngŽkatan produktifitas rumput laut (E.Cottoni dan Gracillaria) pada Program Unggulan Daerah PIJAR dan dihaŽŽrapkan program ini mendapat dukuŽngan dari berbagai pihak yang mempunyai visi misi yang sama untuk kemajuan dan peningkatan kesejahte-raan petambak khususnya dan Masyarakat Dompu pada umumnya.
Tidak hanya mengembangkan rumput laut baru jenis Gracillaria, Dinas Kelautan dan Perikanan terus menunjukkan eksistensinya dalam membangun kesejahteraan ekonomi rakyat melalui wira usaha pembudidaŽyaan tambak ikan Bandeng, Udang, ikan Nila dan saat ini Dinas Kelautan dan Perikanan telah membina kelomŽpok tani tambak ikan air tawar untuk membudidayakan Lele Dumbo yang disentralkan di Kecamatan Woja, tepatnya di Desa Bara.
Mendukung produktifitas masyaŽrakat nelayan, Dinas Kelautan dan Perikanan merencanakan pengadaan bantuan sampan dalam mendukung program Pijar bidang pembudidayaan Rumput Laut. Untuk mencapai program yang telah dirancang, Pemerintah Daerah telah menggelontorkan dana melalui APBD II sebesar Rp 1 miliar, dan dana shering dari Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) dan duŽkuŽngan dana dari APBD-I Pemerintah Provinsi NTB untuk tahun 2013. **HUMAS
Sumber Berita: http://dompukab.go.id/berita-gracillaria0rumput0laut0primadona0baru.html#ixzz2ZdzyTZal