
JAKARTA. Volume ekspor rumput laut kering diperkirakan naik 10% dari 169.000 ton menjadi 185.900 ton tahun ini. Kenaikan kinerja ekspor didorong makin besarnya minat masyarakat membudidayakan rumput laut. Safari Aziz, Ketua Umum Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) mengatakan, kenaikan harga membuat pembudidaya tertarik mengembangkan lahan budidaya rumput laut lebih besar. "Tren harga rumput laut terus naik," katanya, Senin (15/4).
Berdasarkan catatan ARLI, tahun lalu harga rata-rata rumput laut kering di tingkat pembudidaya Rp 10.000 kg, naik 25% dibanding 2011 yang di kisaran Rp 8.000 - Rp 9.000 per kg. Untuk tahun ini diharapkan harganya tetap stabil Rp 10.000 per kg. Kenaikan harga didorong peningkatan permintaan dari Cina, Brasil dan India. Tiga negara ini menjadi produsen rumput laut olahan seperti karagenan untuk pengenyal produk susu dan cokelat. Aziz bilang, pangsa pasar ekspor rumput laut Indonesia masih kecil sekitar US$ 200 juta per tahun dari pasar dunia yang US$ 7 milliar.
Harga yang tinggi juga membuat produksi rumput laut meningkat. Tahun ini produksi rumput laut kering diperkirakan 200.000 ton, naik 11% dibanding tahun sebelumnya yang sekitar 180.000 ton.
Aziz mengaku selama ini ekspor rumput laut masih didominasi produk mentah. Dia juga bilang saat ini biaya distribusi rumput laut dari sentra produksi ke pelabuhan ekspor masih realtif tinggi. Untuk melakukan pengiriman dari Maluku ke Surabaya biayanya mencapai Rp 1.000 per kg lebih tinggi bila dibandingkan biaya pengiriman dari Surabaya ke Cina yang hanya Rp 250 per kg.
Siklus panen yang kurang tepat juga membuat permasalahan sendiri. Dengan permintaan terbesar menjelang Natal dan Imlek, panen raya rumput laut dalam negeri terjadi pada Juni-September. "Saat momen tersebut, produksi rumput laut dalam negeri cenderung turun karena bertepatan dengan musim hujan," katanya.
Saut P Hutagalung. Dirjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) KKP mengatakan, ekspor rumput laut dalam dua tahun terakhir cukup positif. "Dua tahun lalu masih sekitar US$ 160 juta," katanya. Ekspor terbesar masih menuju China.
Produksi rumput laut didapatkan dari lahan budidaya yang mencapai 1.110.900 hektare (ha). Pada 2014 nanti, Indonesia menargetkan produksi rumput laut basah sebesar 10 juta ton atau 1 juta ton dalam bentuk kering.