
Rumput laut masih menjadi komoditas yang potensial untuk terus dikembangkan. Untuk ini, Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UMKM (Disperindagkop dan UMKM) Bontang pun terus berupaya memberikan perhatian lebih, guna meningkatkan hasil dan kesejahteraan petani rumput laut.
Sejumlah langkah dilakukan. Salah satunya dengan memberikan pelatihan kepada petani rumput laut terkait tata cara pengolahan rumput laut secara benar, agar memiliki kualitas andal. “Berdasarkan hasil penelitian, ternyata rumput laut Bontang memiliki kualitas jauh lebih bagus jika dibandingkan rumput laut yang ada di daerah-daerah penghasil rumput laut di Indonesia lainnya. Tentu sangat disayangkan kalau kesempatan ini tak dimanfaatkan dengan baik dan benar. Sebab dari kualitas saja kita sudah unggul,” kata Sekretaris Disperindagkop dan UMKM Bontang, Kistari.
Pelatihan tersebut juga merupakan bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat pesisir Kota Taman, dengan pembekalan keterampilan sesuai potensi yang ada di daerah masing-masing. ”Pelatihan ini memang ditujukan kepada masyarakat yang berada di daerah pesisir, seperti Pulau Tihi-tihi, Selangan, Melahing, Gusung dan daerah pesisir lainnya. Dengan harapan, usai pelatihan, mereka lebih giat lagi dan memahami cara mengolah rumput laut yang benar. Tentunya agar mendatangkan hasil dan keuntungan lebih besar lagi,” jelas Kistari.
Sebab selama ini, hampir sebagian petani rumput laut di wilayah itu memilih langsung menjual rumput lautnya tanpa melalui pengolahan lebih lanjut. Sementara di sisi lain, nilai jual rumput laut cukup tinggi. “Kalau rumput laut langsung dijual dalam keadaan basah maupun kering, maka nilai jualnya relatif murah, berbeda kalau rumput laut yang sudah diolah, tentu harganya jauh lebih tinggi,” ujarnya.Rumput laut yang dikembangkan di Bontang adalah jenis cottoni.
Pada tahap awal, telah dilakukan uji coba sebanyak 30.000 bentang cottoni. Setiap seribu bentang merekrut satu orang staf dan tiga orang petani di areal budidaya seluas 2 hektare. Percobaan pembibitan pun sudah dilakukan sejak 2010 lalu. Sementara itu, Pemkot juga mengusulkan setiap investor rumput laut yang beroperasi di Bontang untuk membangun pabrik pengolahan rumput laut di daerah ini.