
Produksi rumput laut mencapai kedua terbesar setelah Filipina, walau sebenarnya produksi rumput laut ini tidak diimbangi produk olahan yang bersaing di pasar sehingga pasar domestik dipenuhi makanan ringan impor dengan bahan baku rumput laut.
Anggota DPR RI Komisi IV, Ma知ur Hasanuddin di Jakarta, Senin (3/6) mengungkapkan, kinerja Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) dalam memproduksi rumput laut memang perlu diapresiasi, namun pemerintah mesti bekerjasama dalam meningkatkan kemampuannya ke arah industri sehingga di pasar domestik dapat bersaing bahkan di pasar internasional.
Ma知ur mengatakan, bahwa produksi rumput laut tahun 2012 di target mencapai 5,1 juta ton. Dengan angka itu saja telah mampu menggeser Filipina yang berproduksi 5 juta ton. Kenyataannya Indonesia mampu memproduksi 5,2 juta ton sehingga telah melampaui target.
Tahun ini, 2013, Ma知ur berharap kepada KKP, akan mampu memproduksi targetnya sebesar 7,5 juta ton, sehingga pada tahun 2014 akan menuju angka produksi 10 juta ton yang akan menyematkan Indonesia sebagai produsen rumput laut terbesar di dunia.
Namun, target-target yang dicanangkan mesti dikondisikan dengan perubahan regulasi nasional yang mengharuskan setiap kementerian melakukan penghematan. KKP hendak mengurangi program bantuan kebun bibit rumput laut kepada masyarakat, yang berarti KKP mesti sadar akan konsekuensinya terhadap produksi rumput laut, ujar Ma知ur.
Besarnya produksi rumput laut, tambah ma知ur, tidak dibarengi kapasitas produksi rumput laut kering. Saat ini, kapasitas produksi rumput laut kering hanya 180 ribu ton dari kemampuan panen 5,2 juta ton di tahun 2012. Yang membuat Ma知ur sedih adalah, toko-toko retail waralaba kebanjiran produk rumput laut sejenis makanan ringan yang sangat disukai oleh anak-anak, namun makanan ini berasal dari luar seperti Thailand dan Korea. Sebagian sudah berlabel halal, sebagian belum.
鉄aya berharap, rumput laut Indonesia mampu menjadi tuan pasar sendiri di dalam negeri. Jangan sampai produksi melimpah, namun hasil olahannya dikuasai negara luar, katanya.