
Dalam keterangan tertulisnya, Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ALRI) mengatakan ajang tersebut bisa menjadi tolak ukur daya saing Indonesia dalam industri yang menyasar pada makanan minuman kesehatan. Selain Indonesia, paviliun internasional khusus juga diikuti oleh China, Prancis, Belgia, Amerika Serikat dan Kanada.
"Industrialisasi perikanan perlu lebih ditingkatkan lagi, mengingat potensi Indonesia yang begitu besar sebagai negara kepulauan. Di masa mendatang, kita harapkan akan lebih banyak produk-produk perikanan dankelautan yang lebih berdaya saing," kata Ketua Asosiasi Rumput Laut Indonesia (ARLI) Safari Azis dalam siaran persnya kepada merdeka.com, Jumat (16/11).
Safari mengatakan, pada ajang kali ini ARLI berpartisipasi memamerkan produk olahan agar-agar dari PT. Surya Indo Algas, semi refined carrageenan dari PT. Gumindo Perkasa Industri dan refined carrageenan dari PT. Algalindo Perdana. "Kita harapkan range produk rumput laut bisa lebih luas lagi. Kesempatan seperti ini, harus bisa dimanfaatkan dengan mengembangkan bisnis untuk bertemu banyak pihak. Tidak hanya para ahli dan buyer tetapi juga para pelaku industrinya," kata dia.
Lebih lanjut, Safari mengapresiasi atas kerjasama dan koordinasi yang baik antara pemerintah melalui Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan pelaku usaha rumput laut sehingga potensi komoditas rumput laut nasional bisa lebih dikenal lagi di mata internasional.