
Penyelenggaraan ISS merupakan kali pertama dilaksanakan di Indonesia, memiliki arti strategis karena secara signifikan produksi rumput laut ini semakin meningkat selama beberapa tahun terakhir. Kegiatan ISS bertujuan untuk mempertemukan para ahli, praktisi
dan industri yang bergerak di bidang budidaya dan pengolahan rumput laut untuk saling bertukar informasi. tentang keberhasilan perkembangan teknologi.
"Simposium ini juga sebagai ajang temu bisnis antara producers, buyers, dan investors dalam dan luar negeri. Event ini juga mempromosikan berbagai teknologi dan produk olahan rumput laut sekaligus memasyarakatkan makan rumput laut dan meningkatkan pemanfaatan produk yang berbahan baku rumput laut," jelasnya.
Saut menambahkan, dalam kegiatan ISS akan dihadiri 513 peserta dari 50 negera. Sedangkan acaranya, selain symposium, juga dirangkai dengan side event, seperti field trip, Pameran, Gerakan Makan Rumput Laut, Temu Bisnis dan World Carageenan Meeting. Simposium ISS juga akan menghadirkan para ilmuwan, akademisi, owner, pelaku bisnis, dan pejabat pemerintahan.
"Kegiatan internasional ini menjadi ajang strategis sekaligus momentum penting bagi Indonesia dalam menjalankan industrialisasi rumput laut dalam rangka meningkatkan produktivitas, efisiensi dan nilai tambah produk rumput laut melalui integrasi pembangunan bagian hulu dan hilirnya," tuturnya.