
Seaweed Science for Sustainable Prosperity, demikian tema dari International Seaweed Symposium (ISS-XXI) yang merupakan pertemuan bisnis dan ilmiah yang telah diawali dengan acara welcome reception dan berlangsung di Bali Nusa Dua Convention Centre (BNDCC) dari jam 18.00-20.00, Sabtu 21, Juni.
Sejak Minggu pagi para peserta simposium mulai melakukan registerasi ulang baik yang sudah mendaftar secara online maupun yang melakukan registerasi secara onsite dan merupakan perwakilan sejumlah 50 negara dari seluruh penjuru dunia.
Sebagai acara awal ramah-tamah panitia melaksanakan welcome reception yang dihadiri oleh Manteri Perdagangan-Pemasaran dan Industri Zanzibar United Republic Tanzania, Mr. Nassor Mazrui dan Mr. Lisser Mourad sebagai pimpinan delegasi dari perwakilan Kementerian Perikanan Maroko serta seluruh peserta simposium yang berjumlah sekitar 620 peserta.
Disamping itu dari perwakilan Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) dihadiri oleh Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran, Saut Hutagalung, Direktur Jenderal Budidaya, Slamet Subiyakto, Direktur Usahan dan Investasi, Made Artajaya serta Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Pemerintah Provinsi Bali bersama Kepala Dinas Kelautan Perikanan Pemerintah Kabupaten Badung beserta jajarannya.
ISS pertama kali diselenggarakan di Edinburg, Inggris, pada 1952. Indonesia terpilih sebagai penyelenggara setelah menanti selama 63 tahun dimana pada pelaksanaan ISS-XIII di Vancouver tahun 1989 pihak Indonesia sudah berminat menjadi tuan rumah, Namun pilihan hasil komite International Seaweed Association Counsil (ISAC) saat itu jatuh ke Prancis.
Selanjutnya 24 tahun kemudian melalui lobbi yang cukup alot pada pelaksanaan ISS ke-20 di Ensenada, Baja California, Meksiko, akhirnya diputuskan Indonesia sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan ISS yang berlangsung setiap 3 tahun sekali.
Penyelenggaraan 21st International Seaweed Symposium didukung oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kemnterian Pembangunan daerah tertinggal, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Serta sponsor utama masing-masing; BOSOWA, Agarindo Bogatama, Indo Seaweed dan Hydrocolloid Indonesia.