
Mataram - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan menyatakan, pihaknya mendukung pengembangan mesin pengolahan rumput laut hasil penelitian Universitas Mataram (Unram).
"Nanti BUMN bantu pengembangan mesin pengolahan rumput laut, dan mendukung teknologi budi daya rumput laut di daerah ini," kata Dahlan pada kuliah umum di Auditorium Unram, di Mataram, Jumat malam.
Sebelum menyampaikan kuliah umum dihadapan lebih dari 2.000 orang mahasiswa dan civitas akademika Unram, Dahlan lebih dulu menyaksikan pameran teknologi tepat guna yang diselenggarakan lembaga peneliti Unram di ruang rektorat.
Dahlan mengaku tertarik dengan teknologi budi daya rumput laut yang disajikan dalam pameran tersebut.
Teknologi itu menggunakan sejenis cairan yang disuntik ke bibit rumput laut dan komoditi itu akan dapat berkembang lima kali lipat dari biasanya.
"Ini sangat bagus untuk menghasilkan rumput laut berkualitas, dan BUMN patut membantu mengembangkan mesin pengolahan rumput laut unggulan itu. Nanti, jangan ekspor bahan baku rumput laut tetapi ekspor hasil olahannya," ujarnya.
Hanya saja, lanjut Dahlan, bantuan pengembangan teknologi budi daya dan mesin rumput laut itu ditujukan kepada kelompok nelayan, yang berkisar antara 500 hingga 1.000 orang.
"Jadi, nantinya tidak hanya bersifat tradisional saja, tetapi mengarah kepada industri, makanya jumlah nelayan yang terlibat sekitar 500 sampai 1.000 orang," ujarnya.
Versi Pemerintah Provinsi NTB, produksi rumput laut di wilayah itu sepanjang 2012 mencapai 657.700 ton, yang mengalami peningkatan cukup signifikan dari tahun sebelumnya yang mencapai 457.914 ton.
Komoditi rumput laut merupakan salah satu program unggulan Pemprov NTB, selain sapi dan jagung yang dikemas dalam program pijar (akronim dari sapi, jagung dan rumput laut) kemudian dituangkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) NTB 2008-2013.
Pengembangan rumput laut di wilayah NTB sebagai salah satu program unggulan diawali dengan catatan produksi 2008 sebanyak 116.000 ton, yang kemudian meningkat menjadi 147.250 ton di 2009, lalu meningkat lagi menjadi 221.047 ton di 2010, dan sebanyak 457.914 ton di 2011.
Sebelum menyampaikan kuliah umum di Kampus Unram, Dahlan sempat berkunjung ke daerah pengentasan kemiskinan di Kabupaten Lombok Tengah.
Daerah pengentasan kemiskinan yang ditinjau Menteri BUMN di Kecamatan Pujut, dan Puyung, Kabupaten Lombok Tengah itu, merupakan binaan sejumlah BUMN yang beroperasi di wilayah NTB
Selanjutnya, Dahlan bersama rombongan meninjau kawasan Rumah Potong Hewan (RPH) Banyumulek, di Kabupaten Lombok Barat.
RPH itu dikelola PT Gerbang NTB Emas (GNE), namun salah satu BUMN yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI) juga ikut mengelola kawasan itu untuk pengembangan budi daya peternakan sapi guna menyukseskan program swasembada daging 2014.
Jalinan kerja sama itu telah diawali dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU) pada 12 Desember 2012, mengarah kepada peningkatan usaha sapi potong terkait program swasembada daging, sekaligus percepatan pertumbuhan ekonomi.
Selanjutnya, Dahlan dan rombongan Kementerian BUMN melakukan kunjungan silaturahmi di salah satu pondok pesantren di Kediri, Kabupaten Lombok Barat.
Dijadwalkan, Sabtu (16/3) pagi, Dahlan akan mengikuti jalan sehat bersama ribuan warga NTB di Kota Mataram, sebelum bertolak ke Pulau Sumbawa, guna menyampaikan kuliah umum di Universitas Samawa (Unsa), dan kembali ke Jakarta.